Shalat Tahiyatul Masjid, Niat Dan Tata Cara Mengerjakannya

Artikel terkait : Shalat Tahiyatul Masjid, Niat Dan Tata Cara Mengerjakannya


Masjid adalah rumah Allah yang sangat agung dan sangat dimuliakan. Oleh karena itu, ketika seseorang hendak memasuki masjid, maka harus bertata krama dengan baik dan sopan.
Dalam islam, ketika seorang muslim hendak masuk mesjid, maka harus diikuti dengan adab-adab yang telah dianjurkan dalam islam, seperti: saat masuk masjid sudah dalam keadaan suci, masuk kemasjid dengan kaki kanan, membaca doa masuk mesjid. Kemudian saat masuk masjid hal pertama yang harus dilakukan sebelum duduk adalah melakukan shalat sunnah tahiyatul masjid.


Sholat tahiyatul masjid adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan ketika kita masuk masjid sebelum duduk. Bahkan didalam hadis yang diriwayatkan oleh imam bukhari telah disebutkan bahwa makruh hukumnya bagi seseorang yang masuk masjid duduk sebelum melakukan sholat. Kecuali terdapat udzur padanya, misal dalam keadaan tidak berwudhu dan tidak memungkinkan langsung shalat disebabkan ada pengajian atau lainnya. Namun sebagai gantinya adalah membaca tasbih.

Shalat tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap saat diketika seseorang masuk masjid dan bermaksud duduk di dalamnya. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut Ibnu Hajar Rahimahullah, Tahiyyatul Masjid adalah shalat yang dilakukan sebanyak dua Raka’at, dan dikerjakan oleh seseorang ketika masuk masjid. 

Shalat tahiyatul masjid Hukumnya adalah sunnah bagi orang yang hendak masuk mesjid dan duduk didalamnya. sebagaimana disebutkan oleh Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in mengatakan: “Disunahkan shalat tahiyatul masjid bagi orang yang masuk masjid, meskipun masuknya berulang-ulang selama belum duduk,” (Lihat Zainuddin Al-Malibari hal 67)

Shalat tahiyatul masjid disunahkan dua rakaat sebelum duduk. Kesunahan shalat sunah tahiyatul masjid menjadi hilang diketika masuk masjid langsung duduk, baik lama ataupun sebentar. Namun jikalau lupa atau tidak tahu dibolehkan langsung berdiri mengerjakan shalat sunah tahiyatul masjid, dengan syarat duduknya tidak terlalu lama.

Shalat tahiyatul masjid ini makruh ditinggalkan, kecuali dalam keadaan terdesak. Misalnya, pada saat masuk masjid muadzin sudah iqamah dan shalat berjamaah sebentar lagi akan dilaksanakan. Dalam kondisi ini, orang tersebut diharuskan untuk langsung shalat berjamaah agar mendapatkan keutamaan takbiratul ihram bersama imam.

Tata Cara Shalat Tahiyatul Masjid
Tata cara shalat tahiyatul masjid sama dengan shalat-shalat sunnah lainnya. Yaitu terdiri dari 2 rakaat dengan satu kali salam. Pada rakaat pertama setelah membaca surah Al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca Surah Al-Kafirun. Sedangkan pada rakaat kedua setelah membaca surah Al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca Surah Al-Ikhlas. Kemudian,ruku’, I’tidal, sujud, duduk antara dua sujud, sujud kedua dan tasyahud seperti biasa,  hingga akhirnya memberi salam. 

Berikut niat shalat tahiyatul masjid:
 Artinya: “Saya niat shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta’ala.” 
 
Nah, Hikmah dari mengerjakan shalat tahiyatul masjid adalah selain untuk menambah pahala, juga sebagai bentuk penghormatan terhadap masjid, dan juga menjadikan kita lebih menghargai rumah Allah dan masjid sebagai tempat yang suci untuk beribadah. Wallahu a’lam…


Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam