Pengertian, Hukum dan Macam-Macam Zakat Serta Hak Penerima Zakat

Artikel terkait : Pengertian, Hukum dan Macam-Macam Zakat Serta Hak Penerima Zakat

A. Pengertian Zakat
Menurut bahasa zakat artinya berkembang, bertambah, berkah, bersih dan suci. Sedangkan menurut istlah syara’ zakat memiliki arti sejumlah harta tertentu yang diambil dari harta tertentu dan wajib diserahkan kepada golongan tertentu (mustahiqqin).

Zakat dijadikan nama untuk harta yang diserahkan tersebut, karena harta yang dizakati akan berkembang dan bertambah. Sebagaimana yang disebutkan oleh Syekh Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Hishni , beliau berkata: “Disebut zakat karena harta yang dizakati akan berkembang sebab berkah membayar zakat dan doa orang yang menerima.”

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap umat muslim, untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya, seperti:  fakir, miskin dan lainnya yang telah ditentukan oleh syariat islam.


Zakat termasuk salah satu rukun islam yang ke empat, yaitu membayar zakat. Oleh karena itu setiap ummat muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat, baik zakat fitrah yang dikeluarkan pada bulan ramadhan menjelang idul fitri , maupun zakat mal yang harus dikeluarkan apabila sudah mencapai nisab dan haul.

Dalam islam telah dijelaskan bab zakat dan batasan-batasannya, yaitu jumlah zakat, waktu pemberian zakat, dan penerima zakat.

B. Hukum Mengeluarkan Zakat
Hukum zakat adalah wajib bagi setiap umat Islam. artinya zakat adalah kewajiban individu (fardhu ‘ain) yang dikeluarkan oleh semua ummat muslim. 

Zakat yang kita keluarkan nantinya akan dikumpulkan oleh petugas zakat untuk kemudian diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan atau orang-orang yang berhak menerima zakat. Sebagaimana Firman Allah SWT didalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 103:
 Yang artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. At-Taubah : 103).

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Referensi: https://tafsirweb.com/3119-surat-at-taubah-ayat-103.html
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Referensi: https://tafsirweb.com/3119-surat-at-taubah-ayat-103.html
C. Macam-Macam Zakat
Zakat terbagi 2 yaitu:
1) Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim ketika menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadan. Tujuan dari zakat fitrah ini adalah untuk membersihkan diri, dengan memberikan beras atau makanan pokok yang kita makan sehari-hari kepada orang-orang yang berhak menerima zakat.

Adapun besar zakat fitrah yang diberikan adalah minimal 2,5 Kg atau 3,5 liter makanan pokok di daerah tertentu. Seperti di Indonesia makanan pokoknya adalah nasi, maka zakat fitrah dapat diberikan kepada yang berhak dalam bentuk beras, sebanyak 3,5 liter atau 2,5 Kg.

2) Zakat Mal
zakat mal adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim dari harta yang diperolehnya, baik dari hasil usaha perdagangan, pertanian, hasil laut, pertambangan, harta temuan, hasil ternak, emas, dan perak, dengan nisab (besaran) dan haul  (waktu)  yang telah ditentukan.

D. Penerima Hak Zakat
Nah siapa saja orang yang berhak menerima zakat? Dalam islam telah disebutkan bahwa ada 8 golongan orang yang berhak menerima zakat (mustahiq zakat), mereka adalah:
1) Fakir
Yaitu orang yang nyaris tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
2) Miskin
Yaitu orang yang hartanya sangat sedikit tapi masih dapat memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
3) Amil
Yaitu orang-orang yang mengumpulkan zakat dan membagikannya kepada yang berhak.
4) Mu’allaf
Yaitu orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan kondisi hidupnya.
5) Gharimin
Yaitu orang-orang yang memiliki hutang untuk mencukupi kebutuhan pokoknya, namun tidak sanggup untuk membayar utangnya tersebut.
6) Fisabilillah
Yaitu mereka yang berjuang di jalan Allah, seperti pendakwah yang menyebarkan agama islam, atau orang yang negaranya mengalami peperangan, dan lainnya.
7) Ibnus Sabil
 Yaitu orang-orang yang mengalami kehabisan uang dalam perjalanannya (musafir). Perjalanan yang dimaksudkan disini adalah perjalanan untuk berjihad di jalan Allah atau perjalanan yang halal dalam agama.
8) Hamba sahaya
Yaitu budak atau orang-orang yang ingin memerdekakan dirinya.

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam