Hukum Bunga Bank Dalam Islam

Artikel terkait : Hukum Bunga Bank Dalam Islam


Bunga bank, kata bunga bank tentunya sudah sering kita dengar. Karena umumnya kita menyimpan uang dibank. Mungkin juga banyak dari kita yang punya tabungan di bank dan menerima bunga dari bank. Karena setiap tabungan pasti diberikan bunganya. Apa sih bunga bank itu? 
Bunga bank adalah salah satu bentuk sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank kepada nasabah dengan prinsip konvensional  yang melakukan transaksi simpan atau pinjam kepada bank. Ada berbagai macam jenis bunga bank, diantaranya adalah bunga deposito, bunga tabungan, giro, dan lain sebagainya. 


Nah yang jadi pertanyaanya adalah:
Bagaimana sebenarnya hukum bunga bank dalam islam, apakah boleh atau haram? Apakah bunga bank sama dengan riba?
Bunga bank memang sudah lama menjadi kontroversi yang selalu diperdebatkan oleh kalangan masyarakat. Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita simak penjelasan berikut:

Hukum Bunga Bank Dalam Pandangan Islam
Dalam islam, seorang muslim diharamkan untuk memakan harta riba. Atau dengan kata lain Riba hukumnya adala haram. 
Sebagaimana Firman Allah SWT didalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 275: 
Yang artinya: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat): ‘sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba’. padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 275).

Didalam Al-Qur’an telah disebutkan bahwa hukum riba adalah jelas-jelas haram. Begitu pula dengan bunga bank. Karena dalam praktiknya sistem pemberian bunga di bank konvensional cenderung menyerupai riba, yaitu melipat gandakan pembayaran. Padahal dalam islam hukum hutang piutang haruslah sama antara jumlah uang yang dipinjamkan dengan jumlah uang yang dibayarkan.

Secara hakekat, walaupun pihak bank menamakan bungan bank sebagai qord (utang piutang), namun kenyataannya bukan qord. Karena utang piutang dimaksudkan untuk tolong menolong dan berbuat baik kepada sesama. Dan transaksinya murni non komersial, bentuknya adalah meminjamkan uang dan akan diganti beberapa waktu kemudian dengan jumlah yang sama.

Sedangkan bunga bank itu sendiri adalah keuntungan dari transaksi pinjam meminjam. Oleh karena itu yang namanya bunga bank yang diambil dari pinjam meminjam atau simpanan, itu adalah riba karena didapat dari penambahan. Maka keuntungan dalam pinjaman dan simpanan boleh sama-sama disebut riba.” 

Berikut Dalil yang Menjelaskan Kesamaan Bunga Bank dengan Riba

Firman Allah SWT:
 Artinya: “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Rum: 39)

Nah ayat tersebut telah menjelaskan definisi riba secara gamblang, dimana riba dinilai sebagai harga yang ditambahkan kepada harta atau uang yang dipinjamkan kepada orang lain. Apabila mengacu kepada ayat ini, jelas bahwa bunga bank menurut islam adalah riba. 

Sebagaimana telah disebutkan didalam tafsir surat Ar-Rum ayat 39 yang bahwa: Allah SWT membenci orang-orang yang melakukan riba (memberikan harta dengan maksud agar diberikan ganti yang lebih banyak). Mereka tidak akan memperoleh pahala di sisi Allah SWT, sebab perbuatannya itu dilakukan demi memperoleh keuntungan duniawi tanpa ada keikhlasan. “Harta yang kalian berikan kepada orang-orang yang memakan riba dengan tujuan untuk menambah harta mereka, tidak suci di sisi Allah dan tidak akan diberkahi” (Tafsir Quraiys Shihab).

Dengan demikian, untuk menghindari bunga bank alangkah baiknya kita menyimpan uang dibank-bank syariah. 

Semoga bermanfaat!

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam