Bolehkah Meminjam Uang di Bank? Ini Hukumnya Dalam Islam

Artikel terkait : Bolehkah Meminjam Uang di Bank? Ini Hukumnya Dalam Islam


Bank adalah salah satu tempat yang sering didatangi masyarakat dalam hal untuk bertransaksi keuangan. Namun transaksi yang paling sering dilakukan adalah peminjaman uang. sehingga apabila nasabah butuh uang pinjaman, bank akan membantu meminjaminya. 

Banyak masyarakat yang meminjam uang dibank, misalnya saat membuka modal usaha, saat membuat rumah atau lainnya. Namun terkadang umat Islam merasakan keraguan mengingat pinjam uang di bank selalu ada bunga sehingga hukum pinjam uang di bank menurut Islam pun dipertanyakan oleh banyak kalangan masyarakat.

Masalah keuangan memang sering dihadapi oleh siapa saja baik dari kalangan bawah, menengah dan  kalangan atas. Sehingga Bank menjadi salah satu solusi yang kerap dipilih oleh masyarakat, jika ia  membutuhkan uang banyak. Karena mengingat tidak semua saudara kita atau teman kita mampu membantu demikian. 


Sekarang ada dua bank yang hadir ditengah-tengah kehidupan kita, yaitu bank konvensional dan bank syariah.  Dimana bank konvensional ialah menggunakan bunga untuk mendapatkan keuntungan, sedangkan bank syariah tidak demikian. Bank syariah menggunakan aturan Islam dalam prakteknya sehingga tidak ada istilah bunga.

Nah yang jadi pertanyaanya adalah bolehkah meminjam uang dibank? Bagaimana hukumnya dalam islam?
Jawabannya adalah:
Dalam permasalahan ini ulama berbeda pendapat. Ada yang membolehkan pinjam uang dibank, dan ada pula yang berpendapat tidak boleh. Semua oendapat tersebut memiliki alasannya masing-masing. Mari kita simak lebih lanjut penjelasannya:

Pertama: Pendapat yang membolehkan meminjam uang di bank
Salah satu ulama yang memperbolehkan meminjam uang di bank, dalam hal ini bank konvensional, ialah  Rasyid Ridha. Beliau memperboleh meminjamkan uang  di bank konvensional adalah karena perbuatan tersebut tidak termasuk riba. Lantaran riba yang dimaksud di dalam Al-Qur’an adalah adanya unsur penindasan serta penganiayaan.  sedangkan bunga yang pada bank tidak demikian.

kemudian ada juga ulama yang terkenal yaitu M Quraish Shihab yang juga mendukung pemikiran dari Rasyid Ridha,  dimana bunga tidak sama dengan riba. Alasannya adalah karena konteks sosiologis yang dulu berbeda dengan saat ini dimana menerapkan perilaku jahiliyyah.

Tidak hanya mereka, ada juga ulama Umar Shihab yang juga berpendapat demikian, dimana beliau mengklaim jika bunga yang dibebankan ke nasabah nilainya jauh lebih kecil untuk bisa dibilang menindas seperti halnya makna dari riba itu sendiri, sehingga masih diperbolehkan. 

Selain itu, peminjaman ditambah bunga juga dianggap masih menguntungkan dari segi kedua belah pihak sehingga tidak ada yang merasa didzalimi. Pendapat ini juga dijaminkan oleh pendapat secara umum karena bunga juga berpatokan pada inflasi dan perkembangan keuangan. sehingga memang harus ada demi bisa memberikan keuntungan bagi perbankan terkait.

Kedua:  Pendapat yang tidak diperbolehkannya meminjam uang di bank
Dalam konteks ini adalah membahas terkait meminjam uang di bank konvensional. Alasannya pun sangat jelas!  karena adanya bunga yang memiliki makna seperti pada pengaplikasian riba. 

Ulama fiqih klasik memiliki metode pemahaman ayat yang tekstualis dan formalis. sehingga memaknai segala bentuk tambahan, itu semua adalah riba. Sedangkan jika ulama kontemporer lebih menanggapi secara sosiologis juga, sehingga memahami riba ini secara lebih mendalam dari berbagai segi kehidupan. dimana riba ini menyusahkan untuk para peminjam dan membebankan mereka, sehingga tidak diperbolehkan.

Itulah hukum meminjamkan uang dibank. Ada yang boleh dan ada yang tidak boleh. Semua tergantung pada masyarakat, ingin ikut yang mana. namun pendapat yang lebih kuat adalah tidak boleh karena adanya bunga, dan bunga mengandung riba. Namun jika anda sangat membutuhkan pinjaman dan sedang dalam kondisi yang sangat mendesak, maka alangkah baiknya jika anda bisa memilih meminjamkan uang dibank syariah. Karena bank syariah menerapkan prinsip Islami dan bebas riba. Wallahu a’lam...

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam