Awas! Ini Bahaya Kebiasaan Anda Yang Sering Berhutang

Artikel terkait : Awas! Ini Bahaya Kebiasaan Anda Yang Sering Berhutang


Memang dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah terlepas dari yang namanya hutang-piutang. Karena di antara kita ada yang membutuhkan dan ada pula yang dibutuhkan. Demikian pula halnya dengan kedaan manusia yang telah Allah tetapkan.  ada yang dilapangkan rezekinya hingga berlimpah ruah, dan ada pula yang sedikit rezekinya sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan pokoknya. sehingga dengan terpaksa mendorongnya untuk berhutang atau meminta pinjaman pada orang-orang yang dianggap mampu dan bersedia memberinya pinjaman.

Dalam Islam, hutang-piutang adalah salah satu bentuk muamalah yang diperbolehkan, tetapi diharuskan untuk ekstra hati-hati dalam menerapkannya. Karena dengan hutang bisa saja dapat mengantarkan seseorang ke dalam surga. Begitupun sebaliknya dengan hutang juga bisa menjerumuskan seseorang ke dalam api neraka. Nauzubillah!


Ada beberapa bahaya yang disebabkan jika anda memiliki kebiasaan berhutang, diantaranya adalah:
1) Orang yang sering berhutang dapat menyebabkan hati gelisah (stress)
Betapa tidak, orang yang berhutang sudah pasti akan mengalami stress dan akan merasa tidak nyaman dalam kesehariannya. Karena ketika seseorang memutuskan untuk berhutang, sudah pasti ia akan memikirkan bagaimana cara melunasi  hutangnya, sehingga makan dan  tidur pun susah orang tersebut karena selalu memikirkan hutangnya.

2) Orang yang sering berhutang dapat merusak akhlaknya
Betapa tidak, Seseorang yang memiliki kebiasaan berhutang maka akhlaknya pun akan ikut rusak.  Karena kebiasaan berhutang bukanlah merupakan prilaku yang baik. Jika seseorang sudah memiliki kebiasaan berhutang, dan sudah terlilit oleh hutang. Maka iblis akan mudah sekali mempengaruhi dirinya untuk melakukan maksiat dan perbuatan jahat untuk melunasi hutangnya. Bisa saja dia melakukan pencurian, penjual barang haram dan lain sebagainya. Makanya dengan hutang dapat merusak prilaku seseorang. 

Sebagaimana Sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas mengingkari.” (HR. Bukhari)

3) Orang yang sering berhutang akan mendapatkan hukuman seperti seorang pencuri
Jika kita berhutang dan kemudian melunasinya, itu wajar dan merupakan perbuatan/adab  yang baik dalam berhutang. 

Lalu bagaimana dengan orang yang sering berhutang, kemudian dia tidak dapat meluansi hutangnya, bahkan tidak berniat untuk melunasinya? Maka orang itulah yang disebut dengan pencuri.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: “ Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah).

4) Orang yang sering berhutang jika ia meninggal jenazahnya tidak akan dishalatkan
Dikisahkan pada zaman Rasulullah SAW, saat itu ada seseorang yang meninggal dengan meninggalkan hutang yang belum terbayarkan, serta tidak menyisakan sedikitpun hartanya untuk melunasi hutangnya. Dengan kasus yang demikian maka Rasulullah SAW tidak menshalatkan jenazah orang tersebut hingga datang salah satu sahabat yang mau melunasi hutang jenazah yang bersangkutan. Baru kemudian Beliau menshalatkan jenazah tersebut.

5) Tidak akan diampuni dosanya sekalipun ia meninggal dalam keadaan syahid
Seseorang yang berhutang kemudian ia tidak bisa membayarkannya lagi atau bahkan tidak berniat untuk melunasinya lagi. Maka dosanya tidak akan diampuni oleh Allah SWT, sekalipun orang tersebut telah meninggal dalam keadaan syahid. 

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni oleh Allah SWT, kecuali hutangnya.” (HR. Muslim).

6) Orang yang sering berhutang dapat menunda dirinya untuk masuk surga
Berhutang juga dapat menunda seseorang untuk masuk ke surga jika ia tidak dapat melunasinya. Rasulullah SAW Bersabda:
“Barang siapa yang rohnya berpisah dari jasadnya (meninggal dunia) dalam keadaan terbebas dari tiga hal, niscaya ia akan masuk surga, yaitu: bebas dari sombong, bebas dari khianat, dan bebas dari tanggungan hutang.” (HR. Tsauban).

7) Orang yang sering berhutang dapat mengurangi pahalanya sebagai pengganti hutangnya
Pahala orang yang berhutang akan berkurang. Karena di ambil untuk melunasi hutangnya yang belum terbayarkan di akhirat kelak.

 Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya dihari kiamat nanti. karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar atau dirham.” (HR. Ibnu Majah)

8) Orang yang sering berhutang urusannya masih menggantung-gantung
Sebagaimana disebutkan didalam Hadis Rasulullah SAW:
Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi).

Itulah beberapa bahaya akibat dari berhutang. Berhutang memang diperbolehkan, namun menghindarinya itu adalah lebih baik. ingat, Setiap rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. kita Hanya tinggal bagaimana kita menjemput rezeki tersebut, dengan cara berusaha dan berdoa. Namun jika memang sudah terpaksa dan sudah kepepet kali, barulah boleh berhutang,  dari pada melakukan perbuatan maksiat seperti mencuri, merampok dan lainnya. Tetapi sebelum berhutang harus berniat untuk segera melunasinya agar tidak berdosa dan tidak menjadi penghalang diakhirat kelak.


Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam