Amalan di Bulan Muharram

Artikel terkait : Amalan di Bulan Muharram


Tahun baru islam jatuh tepatnya pada 1 muharram  tahun hijriyah. Ummat islam disunnahkan untuk memeriahkan tahun baru islam dengan melakukan ibadah kepada Allah SWT seperti berzikir, bershalawat dan berdakwah.

Tahun baru islam jatuh tepatnya pada bulan muharram. Bulan muharram adalah bulan suci yang penuh dengan keberkahan dan kemuliaan. Karena Bbanyak peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan muharram tersebut, khususnya pada hari kesepuluh bulan Muharram.

Pada hari itu, terjadi peristiwa sejarah besar dalam Islam, pada bulan muharram ini banyak terjadi kisah-kisah para Nabi dan Rasul. seperti  kisah Nabi Adam yang diterima taubatnya oleh Allah SWT, kapal Nabi Nuh terdampar di daratan, Nabi Yusuf dikeluarkan dari sumur,  Nabi Yunus keluar dari perut ikan, Nabi Isa lahir pada sepuluh Muharram, dan Nabi Musa diselamatkan dari kejaran pasukan Fir’aun juga pada tanggal sepuluh Muharram. Selain itu, masih banyak lagi peristiwa lain yang terjadi pada hari sepuluh Muharram tersebut.


Menyambut hari bersejarah itu, Rasulullah SAW menganjurkan kita sebagai umat muslim untuk menjalankan beberapa amalan-amalan yang sangat mulia dan teristimewa dibulan muharram. Diantaranya adalah:

1) Puasa Muharram
berpuasa dibulan Muharram merupakan puasa yang sangat dianjurkan setelah puasa Ramadhan.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (al-Muharram).” (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, Bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Hadits tersebut sangat jelas disebutkan bahwa puasa sunnah yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Maksuddari  puasa disini adalah puasa secara mutlak. Yaitu memperbanyak ber puasa sunnah pada bulan ini, terutama ketika hari ‘Asyura (10 Muharram).
Puasa dibulan Muharram ada tiga bentuk, pertama: puasa di hari kesepuluh beserta satu hari sebelum dan sesudahnya. Kedua, puasa di hari kesembilan dan kesepuluh. Ketiga, puasa di hari kesepuluh saja.

2) Puasa Tasu’a
Puasa tasu’a merupakan puasa pada hari ke 9 muharram dengan tujuan untuk menyelisihi puasa orang Yahudi  Ahli Kitab.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu mengatakan jika saat Rasulullah SAW berpuasa Asyura dan menganjurkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani”. Maka beliau bersabda: “Kalau begitu tahun depan Insya Allah kita akan berpuasa juga pada hari kesembilan (Tasu’a, untuk menyelisihi Ahli kitab)”. Ibnu ‘Abbas berkata: “Belum sampai tahun berikutnya, Rasulullah SAW telah wafat.”

3) Puasa Asyura
Hari Asyura adalah hari yang selalu dijaga keutamaannya oleh Rasulullah SAW.
 Seperti yang telah disebutkan didalam hadits Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhU dimana beliau berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari ‘Asyura) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Qatadah Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4) Memperbanyak bersedekah
Pada bulan ini umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak bersedekah, bukan hanya dibulan ini saja tetapi jangan lupa juga dibulan-bulan lain. membantu anak-anak yatim, membantu keluarga miskin, kerabat dan orang-orang yang membutuhkan.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: “Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rizki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya.” (HR Baihaqi)

5) Menyantuni anak yatim
Dari mulai tanggal 1 Muharram sampai dengan 10 Muharram, biasanya tiap-tiap masjid, atau pesantren dilaksanakan acara mengusap kepala anak yatim. yang dimaksud dengan mengusap kepala anak yatim adalah lebih kepada menyantuni anak yatim, memberikan kasih sayang yang cukup dan juga memuliakan anak yatim. Karena pada bulan ini kita sangat dianjurkan untuk menyantuni anak yatim dengan memberi sedekah, atau memberi ia makanan.

6) Memperbanyak melakukan amalan shalih
Mengingat besarnya pahala yang diberikan Allah SWT dalam bulan muharram ini, maka hendaknya kita sebagai umat muslim untuk lebih memperbanyak melakukan amalan amalan kepada Allah SWT di bulan muharram ini, dengan memperbanyak membaca Al-Quran, berdzikir, berpuasa sunnah, bersedekah dan amalan shalih lainnya.

Semoga bermanfaat!

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam