Inilah Pahala Yang Berlipat Ganda Bagi Orang Yang Suka Memberi Hutang

Artikel terkait : Inilah Pahala Yang Berlipat Ganda Bagi Orang Yang Suka Memberi Hutang


Tahukah anda ternyata memberi hutang merupakan salah satu perbuatan yang sangat mulia disisi Allah SWT.  Betapa tidak! Karena orang yang berhutang mereka benar-benar lagi dalam keadaan membutuhkan uang. Jika tidak membutuhkan maka mereka tidak akan berhutang. Pernahkan kita memberi hutang kepada teman atau saudara kita? jika selama ini kita tidak pernah memberi hutang kepada orang lain, maka mulai dari sekarang, jikalau kita mempunyai lebih, berilah hutang kepada orang yang meminta utang. karena barang siapa yang memberi hutang kepada orang lain, maka ia kan mendapatkan pahala yang berlipat ganda disisi Allah SWT. Selain itu banyak sekali hikmah dan keutamaan yang diperoleh oleh orang tersebut diantaranya adalah akan dijelaskan sebagai berikut:


Pahala dan keutamaan memberi hutang kepada orang lain

1) Orang yang suka memudahkan urusan orang lain, maka akan Allah memudahkan urusannya di dunia maupun akhirat
DIriwayatkan Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, maka Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan urusan seseorang yang dalam kesulitan, maka Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebtu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

2) Jika orang tersebut lupa membayar hutang, maka jangan lupa untuk menagihnya.

Jika orang tersebut lupa membayar hutang, maka sudah seharusnya bagi kita untuk menagihnya. Apalagi kalau sudah jatuh tempo.  Jangan membiarkan orang tersebut dalam keadaan berdosa akibat melupakan kewajibannya untuk membayar hutang. karena kita juga ikut berdosa jika kita tidak berusaha untuk mengingatkannya agar segera  membayar hutang. Tetapi menagihnya atau mengingatkannya dengan cara yang baik-baik.
Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah SAW bersabda: “Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih haknya (utangnya).” (HR. Bukhari)
Dalam hadis lain disebutkan pula:
Dari Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang ingin meminta haknya, hendaklah dia meminta dengan cara yang baik-baik pada orang yang mau menunaikan ataupun enggan menunaikannya.” (HR. Ibnu Majah)

3) Berikan tenggang waktu jika orang tersebut belum mampu membayar hutang

Jika sudah ditagih, tetapi masih saja belum mampu untuk membayar hutang  atau justru meminta tenggang waktu lagi, maka kita sebisa mungkin untuk bersabar dan memberikan tenggang waktu sampai mereka mampu untuk membayarnya. Atau jika memang mereka benar-benar tidak mampu untuk membayarnya lagi , maka sedekahkanlah sebagian uang kita untuk meringankan beban orang tersebut.
Sebagaimana Firman Allah SWT didalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 280:
Yang Artinya: ”Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 280)

4) Akan mendapatkan naungan Allah SWT

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapat naungan Allah SWT.” (HR. Muslim)

5) Akan mendapatkan pahala sedekah yang berlipat-lipat

Sebagaimana Sabda Rasululah SAW: “Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan,  dia akan dinilai telah bersedekah. Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai piutangnya.” (HR. Ahmad)
“Sedekah berpahala sepuluh kalinya, sedangkan memberi pinjaman berpahala delapan belas kalinya. Rasulullah bertanya kepada Jibril: “Wahai Jibril, mengapa pinjaman lebih utama daripada sedekah?” Lalu Jibril menjawab, “Karena seorang peminta-minta, (terkadang) ia masih memiliki (harta), sedangkan orang yang meminta pinjaman, ia tidak akan meminta pinjaman kecuali karena kebutuhan.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)

6) Akan mendapatkan ampunan Allah SWT

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Dulu ada seorang pedagang biasa memberikan pinjaman kepada orang-orang. Ketika melihat ada yang kesulitan, dia berkata pada budaknya: Maafkanlah dia (artinya bebaskan utangnya). Semoga Allah memberi ampunan pada kita. Semoga Allah pun memberi ampunan padanya.”(HR. Bukhari)

7) Akan diberikan kemudahan di hari kiamat

Sebagaiman Sabda Rasulullah SAW:
“Ada seseorang didatangkan pada hari kiamat. Allah berkata (yang artinya): “Lihatlah amalannya. Kemudian orang tersebut berkata, Wahai Rabbku. Aku tidak memiliki amalan kebaikan selain satu amalan. Dulu aku memiliki harta, lalu aku sering meminjamkannya pada orang-orang. Setiap orang yang sebenarnya mampu untuk melunasinya, aku beri kemudahan. Begitu pula setiap orang yang berada dalam kesulitan, aku selalu memberinya tenggang waktu sampai dia mampu melunasinya. Lantas Allah pun berkata (yang artinya): Aku lebih berhak memberi kemudahan. Orang ini pun akhirnya diampuni.” (HR. Ahmad)

Itulah beberapa kelbihan dan  keutamaan serta  pahala yang sangat beasar bagi orang-orang yang memberi hutang kepada orang lain. Oleh karena itu, jika ada yang seseorang yang ingin berhutang kepada kita, maka ringankanlah tangan kita untuk memberikannya. Agar kita termasuk orang-orang yang dikasih oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin…






Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam