Cara Menghadapi Orang Yang Sedang Sakaratul Maut

Artikel terkait : Cara Menghadapi Orang Yang Sedang Sakaratul Maut


Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Begitu juga dengan kita. Sakaratul maut bisa menimpa siapa saja tanpa kenal usia, baik muda ataupun tua, bahkan anak-anak sekalipun. Sakaratul maut ini tidak menimpa orang yang sakit saja, bahkan orang sehat sekalipun bisa tiba-tiba mengalaminya. Oleh karena itu persiaplah diri kita sebelum ajal menjemput kita dengan memperbanyak beribadah kepada Allah SWT. 

Sakaratul maut merupakan suatu kondisi dimana seseorang sedang menghadapi kematiannya. Disaat malaikat izrail datang mencabut nyawa kita, disitulah detik-detik kematian kita. pada saat itu kita akan merasa sangat haus dan lapar, ukuran seluruh air laut yang ada dimuka bumi ini diberikan kepada sidia. Tidak akan mengurangi rasa haus tersebut. Pada detik-detik sakaratul maut inilah akan nampak semua perbuatan kita baik dan buruk. Disitulah penentuan iman kita dan hidup kita diakhirat kelak, apakah masuk surga ataupun masuk neraka. Karena jika pada saat sakaratul maut, seseorang tidak bisa mengucapkan kalimat tayyibah, maka nauzubillah neraka tempatnya. 



Oleh karena itu, kita sebagai ummat muslim, wajib tahu bagaimana cara menghadapi  dan mendampingi orang yang sedang sakarataul maut. Karena bisa saja orang tua kita yang meninggal atau saudara kita, atau sahabat kita, atau tetangga kita yang meninggal, kita sebagai pendamping mereka sudah tau bagaimana cara menghadapi orang yang sedang sakaartaul maut.

Berikut hal-hal yang harus dilakukan saat mendampingi orang yang sedang sakaratul maut:
1) Mentalqinkannya
Bagi kita yang mendampingi orang yang sedang sakaratul maut, maka kita dianjurkan untuk mentalqinkannya dan menuntunnya di telinga orang sakaratul maut tersebut.  Agar membaca kalimah tayyibah:  “Laa ilaaha illallaah… Muhammadurrasulullaah...”. Dengan suara tenang, tidak dipaksa dan bisa didengar oleh orang yang sakit. Tujuannya adalah untuk mengingatkan si sakit kepada Allah SWT.
Dari Abu Sa’id Al-Khudzri Radhiyallahu Anhu ia berkata, sesungguhnya Rasulallah SAW Bersabda: "Ajarilah orang yang hampir mati diantara kalian dengan kalimat “laa illaaha illallah”. (HR Muslim)


Dari Abu Sa'id al-Khudri, ia berkata bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Ajarkanlah orang-orangmu yang akan meninggal membaca “Laa ilaaha illallaah” Dan diriwayatkan pula oleh Abu Daud dari Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu anhu. yang dinyatakan sah oleh Hakim, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa-siapa yang ucapan terakhirnya berbunyi “Laa ilaaha illallaah”, pastilah ia masuk surga”. (HR. Muslim, Abu Daud dan Tarmidzi)



2) Menghadapkannya ke arah kiblat dan dalam kondisi berbaring pada sisi badan yang kanan
Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Abu Qatadah, juga oleh Hakim yang menyatakan sahnya. Bahwa tatkala Rasulullah SAW tiba di Madinah, ia menanyakan Barra' bin Ma'rar, Ujar mereka: DIa sudah wafat dan mewasiatkan sepertiga hartanya buat Anda, juga agar ia dihadapkan ke arah kiblat sewaktu hendak meninggal. Maka sabda Rasulullah SAW: “Tepat menurut ajaran Agama Islam! Mengenai hartanya yang sepertiga itu telah saya kembalikan kepada anaknya.

3) Membacakan Surah Yasin
Dianjurkan bagi anggota keluarga yang lainnya, untuk membacakan surah yasin pada orang yang menghadapi sakaratul maut atau meninggal dunia. dengan harapan dan doa agar sakaratul maut orang tersebut dimudahkan dan selamat iman.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Yasin adalah jantung Al-Qur'an, dan tidak seorang pun yang membacanya dengan mengharapkan keridhaan Allah SWT dan pahala akhirat, kecuali ia kan diampuni-Nya. Dan bacakanlah ia kepada manusia, yakni orang yang hendak meninggal diantaramu.”  (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasa'i, Hakim dan Ibnu Hibban)

4) Menutup kedua matanya bila telah meninggal dunia
Bila seseorang sudah meninggal dunia, maka segeralah tutupkan kedua matanya. Terus kita betulkan posisinya. misalnya: tangan bersedekap, kaki lurus dan mulut menutup.
Sebagaimana dijelaskan dalam Hadis Rasulullah SAW:
“Bahwa Rasulullah SAW datang melawat Abu Salamah. Didapatinya matanya terbuka, maka ditutupkannya, lalu katanya: “Jika nyawa seseorang dicabut, akan diikuti oleh pandangan matanya”.  (HR. Muslim)

5) Menutupkan mayat dengan kain
Jika orang tersebut sudah meninggal, maka segera tutupkan mayat dengan kain, ini bertujuan untuk menutup aurat serta aibnya.
Sebagaimana Hadis Rasulullah SAW:
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Bahwasannya Nabi SAW ketika beliau wafat, jasadnya ditutupi dengan selimut Yaman. Dan dibolehkan mencium mayat menurut ijma'. Rasulullah SAW telah mencium mayat Usman bin Mazh'un, sedang Abu Bakar Radhiyallahu anhu menelungkup dan meratapi tubuh Nabi SAW. sewaktu ia wafat, lalu menciumnya diantara kedua matanya, serta katanya: Wahai Nabiku, wahai junjunganku yang kucinta”.

6) Menyegerakan pemakaman
Setelah  melakukan beberapa fardhu kifayah terhadap mayat dimulai dari memandikan, mengafani, menyalat,i dan yang terakhir adalah segera untuk melakukan pemakaman. Jangan ditunggu untuk esok hari lagi dikhawatirkan mayat akan berubah.
Sebagaimana disebutkan didalam Hadis Rasulullah SAW:
Dari Hushein bin Wahwah tanpa penjelasan lebih lanjut, Rasulullah SAW pergi menjenguk ketika Thalhal bin Barra' jatuh sakit, maka katanya: “Tak sempat lagi saya melihat Thalhah kecuali setelah ia menjadi mayat. Dari itu hendaklah kamu cepat memberitahukan padaku, dan mengenai jenazah, hendaklah segera pemakamannya, karena tidak layak bila jenazah Muslim  itu ditahan lama-lama diantara keluarganya.” (HR. Abu Daud)

7) Membayar hutang si mayit
Jika semasa hidupnya mayit tersebut memiliki hutang, maka diwajibkan bagi ahli waris untuk segera membayar hutangnya sebelum mayit tersebut dimakamkan.
Sebagaimana Hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu,  oleh Ahmad dan Ibnu Majah, juga oleh Tarmidzi yang menyatakan sebagai hadits hasan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Nyawa seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai dibayar lebih dulu.”

Itulah beberapa cara yang harus dilakukan seseorang saat mendampingi orang yang sedang sakaaratul maut. Ingat! Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Oleh karena itu persiaplah diri kita sebelum ajal menejmput kita. wallahu a’lam…
 

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam