Anda Muslim! Dilarang Mengucapkan Selamat Natal

Artikel terkait : Anda Muslim! Dilarang Mengucapkan Selamat Natal


Menjelang akhir bulan desember, ada satu hari yang paling disenangi oleh orang-orang kafir yaitu hari natal atau hari perayaan orang kafir.  Hari Natal merupakan bagian dari prinsip-prinsip agama Nasrani, mereka meyakini bahwa di hari inilah Yesus Kristus dilahirkan. Dalam bahasa Inggris disebut dengan Christmas, Christ berarti Kristus sedangkan Mass berarti masa atau kumpulan. Jadi pada hari natal tersebut banyak orang berkumpul untuk mengingat merayakan hari kelahiran Kristus. Dan Kristus menurut keyakinan mereka adalah tuhan mereka yang mejelma.


Jika natal tiba mereka semua merayakan hari kelahiran yesus kristus yang dianggap sebagai tuhan mereka. Nah yang jadi pertanyaannya adalah:

Apakah boleh seorang muslim mengucapkan selamat natal atau merayakannya?

Berikut jawabannya:

Menurut Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin. serta yang lainnya seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil. Mereka berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram.  Karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah SWT tidak meridhai adanya kekufuran terhadap hamba-hambaNya. Karena sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh yang berarti menyerupai dengan mereka,  dan ini sangat diharamkan.

Nah diantara bentuk-bentuk tasyabbuh adalah :
1) Ikut serta didalam hari raya tersebut (hari natal).
2) Mentransferkan perayaan-perayaan mereka ke negeri-negeri islam.

Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa ummat muslim wajib menjauhi berbagai perayaan orang-orang kafir, menjauhi dari sikap yang menyerupai perbuatan-perbuatan mereka, menjauhi dari berbagai sarana yang digunakan untuk menghadiri perayaan mereka, tidak boleh menolong seorang muslim didalam menyerupai perayaan hari raya mereka, dan yang terakhir tidak mengucapkan selamat atas hari raya mereka seperti: mengucapkan selamat natal.

Subhanallah, semoga Allah merahmati mereka ulama-ulama kita, penjelasan diatas sangat jelas bahwa haram hukumnya mengucapkan selamat natal, apalagi merayakannya.
Nah Pemberian ucapan selamat Natal baik dengan lisan ataupun tulisan seperti  sms, email ataupun media lainnya.  berarti mereka sudah memberikan pengakuan terhadap agama mereka dan rela dengan prinsip-prinsip agama mereka. Hal ini sangat-sangat dilarang oleh Allah SWT.
Sebagaimana  Allah sebutkan didalam Al-Qur’an surah Az-Zumar ayat 7 :
Yang Artinya: “Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya, dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar : 7)

Jadi pemberian ucapan Selamat Hari Natal kepada orang-orang Nasrani baik itu keluarganya, kerabatnya, teman dekatnya, tetangganya, adalah haram, dan sangat-sangat dilarang. Berikut alasan dilarangnya mengucapkan selamat natal.

Alasan Terlarangnya Mengucapkan Selamat Natal

1) Hari Natal bukanlah perayaan kaum muslimin
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW bahwa : perayaan bagi kaum muslimin hanya ada 2, yaitu hari raya ‘Idul fitri dan hari raya ‘Idul Adha.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (‘Idul Adha) dan hari raya ‘Idul Fitri” (HR. Ahmad).

2) Mengucapkan selamat natal berarti menyetujui kekufuran orang-orang yang merayakannya
Ketika anda mengucapkan selamat atas sesuatu, pada hakekatnya kita memberikan suatu ucapan penghargaan. Seperti ucapan selamat kepada teman yang sudah lulus kuliah, ucapan selamat kepada pengantin baru.

Nah,begitu juga dengan seorang muslim yang mengucapkan selamat natal kepada seorang nasrani. Seakan-akan orang yang mengucapkannya, menyematkan kalimat setuju akan kekufuran mereka. Karena mereka menganggap bahwa hari natal adalah hari kelahiran tuhan mereka, yaitu Nabi ‘Isa alaihissalam Dan mereka menganggap bahwa Nabi ‘Isa adalah tuhan mereka.
Bukankah ini adalah kekufuran yang sangat jelas dan nyata? Padahal Allah SWT telah berfirman:
Artinya: “Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6)

3) Mengucapkan selamat natal merupakan sikap loyal atau wala yang keliru
Loyal atau wala tidaklah sama dengan berbuat baik (ihsan). Wala memiliki arti loyal, menolong, atau memuliakan orang yang kita cintai, sehingga apabila kita wala terhadap seseorang, maka akan tumbuh rasa cinta kepada orang tersebut. Oleh karena itu, para kekasih Allah juga disebut dengan wali-wali Allah.

Ketika anda mengucapkan selamat hari natal, hal itu dapat menumbuhkan rasa cinta anda perlahan-lahan kepada mereka. Mungkin sebagian kita mengingkari, yang diucapkan hanya sekedar di mulut saja. Padahal seorang muslim diperintahkan untuk mengingkari sesembahan-sesembahan mereka orang-orang kafir.

Sebagaimana Firman Allah SWT:
Yang artinya: “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia. ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari pada kamu dari dari pada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Qs. Al Mumtahanah: 4)

4) Rasulullah SAW melarang mendahului ucapan salam kepada orang-orang kafir
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: “Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nasrani dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim) Ucapan selamat natal termasuk di dalam larangan hadits ini.

5) Mengucapkan selamat natal berarti anda telah menyerupai orang-orang kafir
Tidak heran lagi, bahwa sebagian kaum muslimin turut berpartisipasi dalam perayaan natal. Lihat saja ketika di pasar, di jalan, dan dipusat perbelanjaan. Sebagian dari kaum muslimin ada yang berpakaian dengan pakaian khas perayaan natal. Padahal Rasulullah SAW sendiri telah melarang kaum muslimin untuk menyerupai orang-orang kafir.

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa ummat muslim dilarang untuk mengucapkan selamat natal. Apalagi merayakannya. Karena hari raya ummat muslim hanya dua, yaitu hari raya fitrah dan hari raya haji. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan menjaga akidah kita. Aamiin Yarabbal ‘Alamiin…


Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam