Pengertian, Hukum, Syarat Dan Rukun Jual Beli

Artikel terkait : Pengertian, Hukum, Syarat Dan Rukun Jual Beli


Manusia merupakan makhluk sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Dengan adanya interaksi, mereka dapat mengambil dan memberikan manfaat. Salah satu praktek yang merupakan hasil interaksi sesama manusia adalah terjadinya jual beli. Yang dengan jual beli tersebut  mereka mampu mendapatkan kebutuhan yang mereka inginkan. 

Islam pun telah mengatur permasalahan ini dengan se rinci-rincinya. sehingga ketika mengadakan transaksi jual beli, manusia mampu berinteraksi satu sama lain dalam koridor syariat islam, dan terhindar dari tindakan-tindakan aniaya terhadap sesama manusia, hal ini lah yang menunjukkan bahwa Islam merupakan ajaran yang sangat sempurna yang  bersifat universal dan komprehensif.


1. Pengertian Jual Beli

Menurut bahasa jual beli berarti “mengambil dan memberikan sesuatu. Sedangkan menurut istilah syara’ jual beli adalah transaksi tukar menukar yang berkonsekuensi beralihnya hak kepemilikan, dan hal itu dapat terlaksana dengan akad, baik akad itu berupa ucapan ataupun perbuatan. 

Jual beli merupakan transaksi antara satu orang dengan orang lain yang berupa tukar-menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan cara dan akad tertentu.  Sedangkan kalau kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, pengertian dari jual beli adalah penukaran barang dengan uang. 

Terjadinya jual beli karena adanya perbedaan kebutuhan hidup antara satu orang dengan orang lain. Sebagai contoh misalnya: satu pihak memiliki barang, namun membutuhkan uang. Sementara itu, pihak yang lain memiliki uang, tetapi mereka membutuhkan barang. Nah Kedua belah pihak tersebut dapat mengadakan kerja sama di antara keduanya dalam bentuk jual beli, atas dasar suka sama suka dan sama-sama rela.  Sehingga dengan kerja sama jual beli tersebut, semua kebutuhan masing-masing pihak dapat terpenuhi.

2. Hukum Jual Beli

Melakukan transaksi Jual beli hukumnya adalah boleh ataupun halal. Hal ini berdasarkan Firman Allah SWT didalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 275:
Artinya: “Padahal Allah telah mengahalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS. Al-Baqarah: 275)

3. Syarat dan Rukun Jual Beli 

Tanpa adanya syarat dan rukun jual beli maka transaksi jual beli tidaklah sah. Karena syarat dan rukun jual beli telah ditetapkan didalam islam, yaitu: Adanya Penjual dan pembeli, adanya uang dan barang serta ikrar jual beli (akad). Berikut penjelasannya:

Rukun Jual Beli ada 3 yaitu:
1) Penjual dan pembeli
Kedua belah pihak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  • Kedua belah pihak adalah orang yang berakal sehat.  Jual beli yang dilakukan oleh orang yang gila hukumnya adalah tidak sah. 
  • Antara penjual dan pembeli sama-sama rela, dan tidak terpaksa.
  • Orang yang melakukan jual beli (baik penjual atau pembeli) adalah sudah baligh atau dewasa. kecuali jual beli barang-barang kecil, seperti makanan, minuman atau jajanan anak-anak.
2) Uang dan barang yang diperjualbelikan
Adapun syarat uang dan barang dalam jual beli yang sah adalah:
  •  Barang yang diperjualbelikan itu harus suci dari najis. Bangkai dan kulit yang belum disamak tidak boleh diperjual belikan. 
  • Ada manfaat dari jual beli. Karena jual beli barang yang tidak ada manfaatnya tidak boleh dilakukan.
  • Barang yang dijual harus dapat diketahui oleh pembeli, maka tidak sah apabila penjual menjual barang yang belum diketahui pembeli seperti:  menjual ayam yang belum ditangkap dan menjual burung yang masih berkeliaran. 
  • Barang tersebut harus diketahui secara jelas oleh pembeli, baik bentuknya, ukurannya, maupun sifat-sifatnya. 
  • Barang itu harus milik penjual sendiri atau milik orang lain yang sudah dikuasakan kepadanya untuk dijual. Tidak boleh barang curian.
3) Ikrar jual beli (akad)
Ikrar jual beli terdiri dari ijab dan kabul. Ijab adalah ikrar penjual dan kabul merupakan ikrar pembeli. Contoh ikrar jual beli seperti, Penjual berkata: “Saya jual mobil ini kepadamu dengan harga 150 juta”. Kemudian pembeli menjawab: “Saya terima mobil ini dengan harga tersebut.”
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jual beli tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari, karena satu sama lain kita saling membutuhkan. Dan Allah pun menghalalkan jual beli dengan syarat dan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam syariat islam.


Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam