Pengertian, Niat, Dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Artikel terkait : Pengertian, Niat, Dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh



Sungguh islam adalah agama yang sangat indah. Banyak sekali amalan-amalan sunnat yang dianjurkan dalam islam untuk memperoleh pahala. Salah satunya adalah puasa sunnah, seperti puasa sunnah senin-kamis, puasa sunnah dibulan muharram, puasa sunnah daud, puasa sunnah tarwiyah, arafah, puasa sunnah enam, puasa sunnah rajab, puasa sunnah sya’ban dan masih banyak juga  puasa sunnah lainnya, termasuk puasa sunnah “ayyamul bidh”. Apa itu ayyamul bidh? Berikut akan dijelaskan secara terperinci.



1. Pengertian Puasa Ayyamul Bidh
Puasa ayyamul bidh merupakan salah satu amalan puasa sunnah yang dilakukan 3 (tiga) hari setiap bulannya, yaitu pada hari/tanggal 13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah.
Ayyamul bidh artinya hari-hari putih. Kenapa puasa ini disebut dengan ayyamul bidh? Karena pada malam-malam tersebut bulannya bersinar seperti bulan purnama yang sinarnya tampak sekali sangat putih.
Dan disebut juga di dalam kitab riwayat Ibnu Abbas, bahwa dinamai ayyamul bidh karena terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan kemuka bumi. Nah ketika Nabi Adam AS diturunkan kemuka bumi, seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga tubuhnya menjadi hitam. Kemudian Allah SWT mewahyukan kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari yaitu pada tanggal 13, 14, 15 di setiap bulan hijriah. Ketika Nabi Adam AS berpuasa pada hari pertama, maka sepertiga tubuhnya  menjadi putih. Dan berpuasa pada hari kedua maka sepertiganya lagi menjadi putih. Dan puasa pada hari ketiga maka sepertiga sisanya lagi menjadi putih semua. 

 2. Niat Puasa Ayyamul Bidh
 نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
“NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA’ALA”
Artinya: “Sahaja aku berpuasa sunnah ayyamul bidh karena Allah ta’ala”

3. Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh:
1) Puasa ayyamul bidh merupakan Perintah dan anjuran dari Nabi Muhammad SAW:
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Artinya: “Kekasihku (yakni Rasulullah SAW) mewasiatkan kepadaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati. Pertama: berpuasa tiga hari setiap bulannya. Kedua: mengerjakan shalat dhuha. Dan ketiga: mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari)
2) Puasa ayyamul bidh pahalanya sama seperti melakukan puasa setahun.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Artinya: “Rasulullah SAW biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu pada tanggal 13, 14, 15 dari bulan Hijriyah.” Dan beliau bersabda: “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud)
3)  Puasa ayyamul bidh merupakan kebiasaan yang dilakukan Nabi SAW
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Artinya: Dari Abu dzar ia berkata, bahwasannya Rasulullah SAW pernah bersabda: “Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.” (HR. At-Tarmidzi).

Demikian, semoga bermanfaat!

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam