Pengertian Dan Perbedaan Al-Qur’an Dengan Hadis Qudsi

Artikel terkait : Pengertian Dan Perbedaan Al-Qur’an Dengan Hadis Qudsi



Al-Quran menurut bahasa adalah bacaan atau yang dibaca. Sedangkan menurut istilah syara’ Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW  sebagai mukjizat melalui perantaraan malaikat jibril, dan yang membacanya merupakan ibadah. 

Arti Qudsi menurut bahasa adalah “Alquds” yang artinya suci. Disebut Hadis Qudsi karena perkataan ini dinisbahkan kepada Allah SWT yaitu “Al-quddus” Artinya zat yang maha suci. Sedangkan menurut istilah hadis Qudsi adalah hadis yang dinukil kepada kita dari Nabi Muhammad SAW yang sanadnya secara langsung dari Allah SWT.  Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijelaskan perbedaan Al-Qur’an dengan Hadis Qudsi:



Perbedaan Al-Qur’an dengan Hadis Qudsi:

1) Alquran, lafad dan maknanya dari Allah SWT. Sedangkan hadis Qudsi, lafadznya dari Nabi Muhammad SAW dan maknanya dari Allah SWT.

2)Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah, baik kita pahami maknanya ataupun tidak. Sedangkan membaca hadis Qudsi saja tanpa maksud mempelajarinya, tidak dihitung sebagai ibadah.

3) Membaca Al-Qur’an akan mendapatkan pahala sepeluh kali lipat per huruf. Sedangkan membaca hadis Qudsi tidak ada pahala per huruf. Namun oranag yang membaca Hadis Qudsi juga akan mendapatkan pahala secara umum tergantung niatnya.

4) Al-Qur’an tidak dapat disentuh kecuali orang-orang yang suci (berwudhu’). Sedangkan Hadis Qudsi boleh disentuh tanpa berwudhu’. 

5) AL-Qur’an tidak boleh dibaca oleh orang yang junub. Sedangkan Hadis Qudsi boleh dibaca. 

6) Al-Quran dibaca didalam shalat, sedangkan Hadis Qudsi tidak boleh dibaca didalam sholat.

7) Al-Qur’an mendapat jaminan penjagaan dari segala bentuk penyelewengan dan Allah sendiri yang menjaganya. Sedangkan Hadis Qudsi berbeda dengan AL-Qur’an. Boleh jadi Hadis Qudsi tersebut mempunyai derajat yang shahih, hasan, dhaif dan maudhu’.Dan pada Hadis Qudsi juga terdapat penambahan atau pengurangan riwayat. Dan itu semua tidak mungkin terdapat didalam Al-Qur’an. 

Contoh Hadis Qudsi

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Bahwa Rasulullah SAW berkata: Allah SWT berfriman: "Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku. Apabila ia menyebut-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan apabila ia menyebut-Ku dikalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya di dalam kalangan orang banyak lebih dari itu." (HR. Bukhari).

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam