Hukum KB dalam islam

Artikel terkait : Hukum KB dalam islam



Tahukah kamu apa itu KB? KB merupakan singkatan dari “Keluarga Berencana” yang berarti membatasi jumlah anak, misalnya dua anak cukup, atau tiga anak saja atau sesuai dengan keinginan pasangan mereka. Karena semakin canggihnya dunia, maka semakin canggih pula alat-alat medis yang digunakan. Seperti penggunaan alat kontrasepsi (KB) untuk mencegah kehamilan. 

Banyak dikalangan kita masyarakat  muslim yang mengikuti program KB. Mereka tidak tahu apa sebenarnya hakikat KB itu. Apakah KB diperbolehkan dalam islam? Berikut penjelasannya:


Program KB yang dilakukan banyak orang menjadi viral tersendiri dikalangan masyarakat kita. mereka melakukan KB dengan berbagai-bagai macam alasan. Ada  orang yang melakukan KB dengan alasan masih kontrak dengan pekerjaan atau karena karir. Dan ada juga orang yang melakukan KB karena kepingin menghabiskan waktu masa-masa muda mereka berdua. Dan ada pula orang yang melakukan KB karena merasa takut tidak sanggup membiayai kehidupan anak-anaknya, atau karena  takut miskin. Ini merupakan alasan yang tidak masuk akal didalam syariat islam. Jika kita melakukan KB dengan niat dan tujuan kita seperti tu  maka hukum KB diharamkan oleh syariat islam. 

Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT didalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 31:


Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberikan rizki kepada mereka dan juga kepadamu. sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar.” (QS. Al-Isra’ : 31)

Dari ayat tersebut jelas bahwa Allah lah yang akan memberikan rezki kepada kita dan juga anak-anak kita. karena setiap manusia sudah mempunyai jatah rezkinya masing-masing. Bahkan  Semenjak kita berada didalam rahim ibu, Allah telah menentukan rezeki kepada kita.

Hal ini telah disebutkan didalam Hadis Rasulullah SAW:
Artinya:  “Sesungguhnya penciptaan setiap orang dari kamu di dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk air mani, kemudian berubah menjadi segumpal darah semasa itu juga selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging semasa itu juga selama 40 hari, kemudian Allah mengutus seorang malaikat, dan ia diperintahkan dengan empat hal, dan dikatakan kepadanya: Tuliskanlah amalannya, rezkinya, ajalnya, dan bahagia atau sengsaranya.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Setiap anak yang lahir sudah ada jatah rezkinya masing-masing, jadi tidak ada alasan bagi kita untuk khawatir akan kekurangan rezeki karena memiliki banyak anak. Justru dengan banyak anak ia akan memperoleh banyak rezki.

Bukankah tujuan utama kita menikah adalah untuk memperoleh keturunan? Namun kenapa anda mesti melakukan KB. Padahal Rasulullah SAW sangat bangga dengan orang yang mempunyai banyak keturunan. Hal ini sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
Artinya: “Nikahilah olehmu wanita yang penyayang dan subur (yang dapat melahirkan banyak anak) karena aku akan berbangga-bangga dengan kalian di hadapan umat-umat lain.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Subhanallah, Rasulullah SAW saja bangga dengan kita yang mempeunyai keturunan banyak. Karena dengan banyak ummat maka dapat menjadikan generasi  yang membela dan memperjuangkan agama islam. Oleh karena itu perbanyaklah keturunan mu, jangan takut kelaparan dan miskin. Karena Allah lah sang penentu. 

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa melakukan KB karena takut miskin atau karena ingin bersenang-senang tanpa banyak anak, hukumnya adalah haram. Karena bertentangan dengan syariat islam. Karena kita yakin bahwa Allah lah sang pemberi rizki. Jadi tidak ada alasan karena takut kelaparan. 

Namun ada kalanya KB ini dapat dilakukan oleh ummat muslim dengan beberapa alasan berikut:  Seperti ketika seseorang ditimpa suatu penyakit, yang dengan penyakit tersebut berbahaya bagi dia jika ia hamil. Atau seseorang yang menunda kehamilan karena ia kepingin menyusui anaknya dengan sempurna sampai umur 2 tahun. Atau pun ia menunda kehamilan karena ia ingin memberikan kasih sayang yang penuh kepada anak-anaknya dan pendidikan yang baik. Maka dalam kondisi seperti itu KB boleh dilakukan. Karena ia mengatur jarak kelahiran anak. Bukan untuk memutuskan keturunan atau membatasi jumlah anak. 

Demikian, semoga bermanfaat!

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam