Inilah Penyebab Anak Bersikap Durhaka Terhadap Orang Tuanya

Artikel terkait : Inilah Penyebab Anak Bersikap Durhaka Terhadap Orang Tuanya



Memperoleh anak yang sholeh dan sholehah adalah dambaan semua orang tua, tanpa terkecuali. Karena semua orang tua pastinya mengharapkan anak-anaknya untuk patuh dan berbakti kepadanya, tidak pernah membantah, apalagi menyakiti hati kedua orang tua. Namun pada kenyataannya tidak sedikit anak-anak dilingkungan kita atau bahkan dikeluarga kita sendiri yang durhaka kepada kedua orang tua. Menyakiti hati mereka, membantah perkataan mereka atau bahkan ada anak yang tega memukul dan membuang orang tuanya kepanti jompo. Nauzubillah!

Nah perlu orang tua ketahui, kenapa anak-anak kita bisa bersikap durhaka terhadap kita. coba kita cerminkan diri kita sebagai orang tua. Apakah kita yang menjerumuskan mereka bersikap demikian atau memang anak kita sudah begitu diri? Perlu diingat bahwa “anak adalah cerminan orang tua” berarti salah satu penyebab anak bersikap durhaka adalah sikap orang tuanya. Mari kita simak penjelasannya:



Penyebab Anak Bersikap Durhaka Terhadap Orang Tua

1) Lemahnya agama dan iman dalam keluarga
Orang tua yang tidak beriman kepada Allah SWT. Maka dia tidak dapat menanam iman dihati anaknya, sehingga hati anaknya lama kelamaan akan menjadi keras. Ini dapat menyebabkan anak-anak  suka membantah dan membangkang.

2) Kurangnya pengetahuan agama
Orang tua yang tidak mempunyai pengetahuan tentang agama,  maka dia tidak tahu bagaimana cara mendidik anak dengan baik. bagaimana cara melakukan sholat, cara menutup aurat, cara bersikap sopan santun, dan cara berbuat baik kepada sesama. Sehingga anak-anak yang kurang diberi pengetahuan agama oleh orang tua nya maka akan menyebabkan anak tersebut suka menyakiti hati mereka.

3) Mendidik anak dengan kekerasan
Orang tua yang mendidik anaknya dengan keras maka anak tersebut akan mencontohkan prilaku orang tuanya yang sangat keras. Sehingga efeknya adalah anak tersebut suka melawan dengan orang tua.

4) Kesenjangan antara ilmu dan amal (perbuatan).
Orang tua yang mengajarkan anaknya untuk berbuat baik seperti  melakukan sholat, berpuasa, bersedekah, sopan santun dan tolong menolong. Namun orang tua sendiri tidak mengamalkannya atau melakukan hal tersebut, maka ini dapat menyebabkan anak tersebut suka berbohong dan tidak percaya lagi terhadap orang tua. Karena sifat anak adalah apa yang ia lihat dari orang tuanya ia kerjakan. 

5) Pergaulan buruk
Anak-anak yang lepas kontrol dari orang tuanya. Maka akan menyebabkan pergaulan buruk dari lingkungan. Sehingga efeknya adalah kepada orang tua.

6) Tidak adil dalam pemberian kepada anak-anak (pilih kasih)
Orang tua yang suka pilih kasih antara satu anak dengan anak lain, maka akan menimbulkan sifat dengki, iri, cemburu. Sehingga anak tersebut benci melihat orang tuanya dan saudara yang dikasihi ibunya, yang pada akhirnya akan menyebabkan perkelahian dan percacian. 

7) Kurangnya perhatian orang tua terhadap anak-anaknya
Orang tua yang terlalu sibuk dengan kariernya, sehingga tidak ada waktu untuk anak-anaknya. Maka ini akan menimbulkan sifat benci dihati anak-anak terhadap orang tuanya. Sehingga anak tersebut tidak takut lagi memabantah orang tuanya. Karena ia merasa seperti tidak ada orang tua. 

8) Kedurhakaan orang tua terhadap orang  tua mereka. 
Kita selaku orang tua (ayah dan ibu), apabila kita durhaka terhadap orang tua kita. maka kita akan mendapatkan perlakuan yang sama dari anak-anak kita nantinya. karena kalau kita menyakiti hati orang tua kita, maka anak kita pun akan memperlakukan hal yang sama kepada kita. Nauzubillah!
Itulah beberapa faktor penyebab anak durhaka terhadap orang taunya. Oleh karena itu kita sebagai orang tua didiklah anak-anak kita dengan sebaik-baiknya. Beri ia pengetahuan agama, didiklah ia dengan lemah lembut dan kasih sayang. Agar anak kita kelak membentuk pribadi yang baik, yang taat kepada Allah dan berbakti kepada orang tua, yang selalu menyayangi kita, dan selalu mendoakan kita disaat kita meninggal nanti. Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin……..

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam