Inilah Hukum Sogok Menyogok Yang Sebenarnya Dalam Islam

Artikel terkait : Inilah Hukum Sogok Menyogok Yang Sebenarnya Dalam Islam



Sogok menyogok yang disebut juga dengan suap menyuap adalah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang dengan cara memberikan suap atau uang agar jabatannya dinaikkan, atau ia diluluskan dari suatu perusahaan atau fakultas. Sehingga walaupun ia tidak dapat mencapai target kelulusan, ia tetap juga diluluskan lewat belakang (melalui sogokan).

Sogok menyogok ini memang sudah menjadi budidaya dikalangan masyarakat kita. bahkan umumnya dinegara kita tidak asing lagi kita lihat praktek tersebut.  Ironisnya banyak dari golongan muslim yang melakukan praktek tersebut. Karena mereka telah dibutakan oleh harta dan jabatan. Sehingga lupa dengan hukum syariat yang sebenarnya. Mereka rela melakukan suap demi memperoleh jabatan, mereka rela mengeluarkan uang seberapa banyak pun yang orang tersebut minta demi menyuap suatu pekerjaan atau jabatan.  Padahal sebenarnya islam sangat melarang perbuatan tersebut.


Hal ini telah Allah sebutkan didalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 188:

Artinya: “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil. dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian dari pada harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 188).

Makna ayat tersebut adalah barangsiapa yang mengambil harta orang lain bukan dengan cara yang dibenarkan syariat, berarti ia ia telah memakannya dengan cara yang bathil. Seperti putusan seorang hakim yang memenangkan kamu sementara kamu tahu bahwa kamu sebenarnya salah. Sesuatu yang haram tidaklah berubah menjadi halal dengan putusan hakim. Itu merupakan dosa besar karena Allah melarangnya. 

Larangan sogok menyogok juga disebutkan didalam Hadis Rasulullah SAW:
Dari Abdullah bin ‘Amr RA, ia berkata: “Bahwasannya Rasulullah SAW melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap.” (HR. At-Turmidzi)
Betapa hinanya orang yang melakukan sogok dan yang menerima sogok, selain melanggar perintah Allah, perbuatan tersebut  juga dilaknat oleh Rasulullah SAW. Dan Rasulullah SAW juga pernah bersabda: “Orang yang sogak dan yang menerima sogok adalah sama-sama dimasukkan kedalam api neraka.” Nauzubillah!

Wahai sahabat muslim yang dirahmati Allah, carilah rezeki dimuka bumi Allah ini dengan benar sesuai dengan anjuran agama islam. Rezeki kita telah diatur oleh Allah SWT. tidak perlu membeli jabatan dengan suap, tidak perlu mendapat pekerjaan dengan suap. Jika hal tersebut terjadi maka sungguh kita selalu memakan harta yang diperoleh dari perbuatan yang haram. Bagaimana dengan istri dan anak kita nantinya yang hidup dengan harta haram (hasil dari suap menyuap). Ingat, sekali kita suap untuk dinaikkan pangkat misalnya, maka gaji yang kita dapatkan itu sudah menjadi haram selama-lamanya. karena jabatan kita dibeli dengan suap menyuap. Walaupun anda merasa kesenangan didunia dengan berlimpahan harta dan jabatan, namun itu hanya kesenangan sesaat, tunggu saatnya suatu saat nanti anda akan jatuh kembali seperti semula. Bukan hanya itu, anda yang suka sogok dan yang mau menerima sogok maka jangan harap anda akan masuk surga karena orang yang sogok dan orang yang menerima sogok adalah mereka sama-sama tempatnya didalam api neraka. Nauzubillah!

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam