Hukum Melakukan Aborsi Yang Sebenarnya Dalam Islam

Artikel terkait : Hukum Melakukan Aborsi Yang Sebenarnya Dalam Islam



Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kita lihat pergaulan bebas. Baik itu dikalangan masyarakat kita, saudara kita atau dikalangan para remaja-remaja kita. sungguh pergaulan bebas ini sudah sangat memprihatinkan. Karena banyak sekali generasi-generasi pemuda dan pemudi sekarang yang rusak akibat pergaulan bebas. Salah satunya adalah melakukan hubungan diluar nikah. Alhasil, si wanita tersebut akan mengandung bijih haram didalam rahimnya. nah setelah itu apa yang terjadi? “Aborsi  (menggugurkan kandungan)”. 

Kita bahkan sering mendengar kasus aborsi dikalangan masyarakat kita atau menggugurkan kandungan. Kasus ini banyak terjadi dikarenakan pria yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya. Atau ada juga aborsi dilakukan karena malu menanggung aib keluarganya. Itu semua mereka lakukan karena mereka tidak mempunyai iman didalam hati dan tidak tahu bagaimana hukum aborsi yang sebenarnya dalam islam. Berikut penjelasannya:


Hukum Melakukan Aborsi Dalam Islam

Hukum menggugurkan kandungan atau penggugur (orang yang menggugurkan), dua-duanya adalah haram dan merupakan dosa besar. karena orang tersebut telah membunuh jiwa yang tiada berdosa. Bagaimanapun proses janinnya muncul, baik dari hasil perzinaan maupun dari hasil pemerkosaan.
Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT didalam Al-Qur’an surah At-Takwir ayat 8-9:
Artinya:Dan apabila anak-anak yang dibunuh itu ditanya, dengan sebab dosa apakah dia dibunuh?” (QS. At-Takwir: 8-9)

Didalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ ayat 93 Allah SWT juga Berfirman:


Artinya: “Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam, dan dia kekal di dalamnya. Dan Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan baginya adzab yang besar.” (QS. An-Nisa’ : 93)

Darii kedua dalil tersebut sangat tegas larangan Allah untuk melakukan Aborsi (menggugurkan kandungan). Karena membunuh janin dalam kandungan sama dengan membunuh manusia, yang hukum nya adalah dosa besar. Dan ketika di hari kiamat pun janin (anak) tersebut akan memintai pertanggung jawaban kepada orang tuanya. Atas dasar apa ia dibunuh? Sungguh kita tidak bisa menjawabnya. Karena anak tersebut adalah tidak berdosa dan suci. Orang tualah yang telah membuat anak tersebut hadir didalam rahimnya. Sungguh terlalu anda, anda yang melakukan perbuatan zina, anak anda yang menjadi korbannya. Nauzubillah!

Jadi kesimpulannya adalah hukum asal dari aborsi adalah haram dilakukan pada berbagai usia janin. Namun hukum ini bisa berubah apabila dalam kondisi darurat, seperti:
1) Apabila janin didalam rahimnya sudah mati.
Apabila dokter sudah memeriksa rahim kita, dan ternyata janin didalamnya sudah mati. Maka janin tersebut boleh digugurkan.
2) Apabila keselamatan ibu terancam
Apabila dokter telah memeriksa dan mengatakan bahwa janin didalam kandungannya bermasalah, atau jika membiarkan kehamilan berlanjut, maka akan membahayakan keselamatan sang ibu tersebut atau dikhawatirkan menyebabkan sang ibu meninggal. Maka dalam kondisi seperti ini janin tersebut boleh digugurkan setelah dokter menempuh berbagai macam cara untuk menghindari bahaya tersebut. 

Demikian, semoga bermanfaat!

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam