Antara Akikah Dan Qurban, Mana Yang Lebih Didahulukan?

Artikel terkait : Antara Akikah Dan Qurban, Mana Yang Lebih Didahulukan?



Sungguh tidak asing lagi bagi kita mendengar tentang akikah dan kurban. Karena  hal tersebut sering dilakukan dimasyarakat kita. kalau akikah kita sering melihatnya atau melakukan nya pada hari ke tujuh setalah kelahiran sang anak. Akikah adalah penyembelihan binatang ternak pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. untuk anak laki-laki 2 ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan 1 ekor kambing.
Sedangkan qurban adalah penyembelihan binatang ternak yang dilakukan khusus pada hari raya idul adha dengan kadar tertentu. Qurban boleh dilakukan dengan kambing untuk 1 orang, dan lembu untuk 7 orang.
Nah sahabat muslim, dari pengertian tersebut Antara akikah dan kurban mana yang lebih didahulukan? Ini merupakan pertanyaan yang sering timbul dikalangan masyarakat kita. Karena keadaan ekonomi yang cukup. Jadi jika kita dihadapkan pada dua pilihan antara akikah dan kurban  dengan kemampuan dana hanya sanggup pada satu pilihan saja. Maka manakah yang harus kita dahulukan terlebih dahulu? Akikah ataupun kurban? Berikut penjelasannya:


Jika seorang muslim dihadapkan pada dua pilihan antara akikah dan qurban, maka pilihlah qurban terlebih dahulu. karena qurban mempunyai keutamaan hukum yang lebih dahulu dibandingkan aqiqah. Perintah qurban Allah sebutkan didalam Al-Qur’an surah Al-Kautsar ayat 1-3:

Artinya: “Sesungguhnya kami telah memberikan kamu kebajikan yang banyak, maka kerjakanlah sholat karena Tuhanmu, dan sembelihlah qurban. Sesungguhnya orang yang membenci engkau itulah  yang akan berputus asa.” (QS. Al-Kautsar: 1-3).

Dan disebutkan pula dalam Hadis Rasulullah SAW:
Artinya: “Aku diperintahkan (diwajibkan) untuk menyembelih qurban, sedangkan qurban itu bagi kamu adalah sunnah.” (HR. At-Tarmidzi).

Hukum qurban adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dikuatkan). Apabila kita mampu maka lakukanlah kurban terlebih dahulu. Sedangkan akikah itu disunnahkan melakukannya pada hari ketujuh setelah kelahiran anaknya. Akikah ini disunnahkan untuk anak yang baru lahir yang  disyariatkan pada orang tua sebagai rasa syukur kepada Allah SWT Karena telah menganugerahkan keselamatan pada anak yang lahir tersebut. 

Hukum melakukan akikah adalah sunnah. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:
Artinya: “Barang siapa diantara kalian ada yang suka berakikah (mengaqiqahi) untuk anaknya, maka silakan melakukan. Untuk satu putra dua kambing dan satu putri satu kambing.” (HR. Ahmad).

Aqiqah merupakan sunnah dari Rasulullah SAW. Karena Rasulullah SAW telah melakukan aqiqah untuk cucunya Hasan dan Husain.  Waktu pelaksanaan akikah disunnahkan pada hari ketujuh. Jika tidak mampu, maka pada hari keempat belas. Bila tidak, maka pada hari kedua puluh satu.

 Sebagaimana Hadis Rasulullah SAW:
Artinya: “Semua anak yang lahir digadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya  pada hari ketujuh, dicukur dan diberi nama.” (H.R.Abu Dawud).

Dalam hadis tersebut  jelas disebutkan bahwa akikah hanya disunnahkan  pada hari ke 7. Namun bukan berarti kita tidak boleh melakukan akikah lagi setelah hari ke 7. Jika kita diberi kemudahan oleh Allah SWT kita boleh melakukan akikah kapan saja kita mampu, bahkan kita boleh mengakikahkan diri kita sendiri (jika dulu orang tua kita tidak mampu). Karena akikah merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Namun jika kita hanya mampu pada satu pilihan antara akikah dan qurban. Maka lakukanlah qurban terlebih dahulu, karena qurban merupakan perintah Allah SWT yang telah disebutkan didalam Al-Qur’an. Setelah kita melakukan qurban, jika ada kemudahan maka akikahlah untuk diri kita sendiri. 

Mudah-mudahan Allah SWT memberi kelapangan rizki kepada kita agar kita mampu untuk melakukan qurban. Dan diberi kemudahan kepada orang tua kita agar mereka mampu melakukan akikah anaknya pada hari ketujuh. Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin…………








Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam