Bolehkah Menerima Makanan Dan Hadiah Dari Non Muslim

Artikel terkait : Bolehkah Menerima Makanan Dan Hadiah Dari Non Muslim



Sebagai makhluk sosial pastinya kita hidup bukan sendiri, dan kita hidup dalam lingkungan masyarakat. Namun kadang kala ada dilingkungan masyarakat kita yang penduduknya berasal dari non muslim. atau mungkin ada tetangga-tetangga kita atau sahabat-sahabat kita ada yang berasal dari keluarga non muslim. Nah bagaimana jika mereka sahabat atau tetangga kita yang berasal dari non muslim memberikan makanan ataupun hadiah untuk kita yang muslim, apakah boleh kita seorang muslim menerima hadiah ataupun memakan makanan tersebut? Berikut penjelasannya;


Dalam Islam kita tidak dilarang untuk berteman dengan non muslim selama kita tidak terlibat dalam akidah mereka (non muslim). Dan dalam hal menerima hadiah atau pemberian  dari non muslim kepada kita, adalah boleh-boleh saja,  Selama masih berhubungan dengan urusan duniawi dan tidak dikaitkan dengan akidah mereka atau ibadah mereka. Misalnya kita diberi hadiah baju ataupun sepatu oleh non  muslim, maka kita boleh memakainya, asalkan jangan menjual akidah kita kepada mereka non muslim.

Begitu juga dengan pemberian makanan oleh mereka. Maka kita boleh menerimanya dan memakannya selama makanan itu tidak mengandung zat yang diharamkan dalam islam, dan selama makanan tersebut dihalal kan dalam ajaran islam. Maka kita boleh menerimanya dan dibolehkan untuk memakannya. Namun jika dihubungkan dengan ritual agama mereka, maka barang-barang tersebut atau makanan tersebut menjadi haram. Misalnya saat mereka merayakan hari natal, maka mereka membagi-bagikan hadiah dan makanan kepada kita muslim. maka kita diharamkan untuk menerima dan memakannya, karena dikaitkan dengan ibadat mereka. Bahkan kita diharamkan untuk mengikuti ataupun merayakan hari natal mereka, walaupun hanya ucapan saja.

Namun jikalau makanan yang non muslim berikan itu tidak dikaitkan dengan ritual ibadah mereka, seperti tetangga ataupun teman kita seorang non muslim. kemudian mereka memberikan makanan kepada kita berupa indomie ataupun biskuat misalnya. Yang kita sendiri sudah tau kehalalannya maka makanan tersebut halal untuk kita makan. 

Namun jika makanan tersebut sudah dicampuri dengan minyak babi atau daging babi ataupun bahan-bahan haram lainnya. Dan kita sendiri sudah tau ataupun ragu-ragu tentang isi didalamnya berupa minyak babi ataupun daging babi, maka hukum memakan dan menerima makanan tersebut adalah haram. Misalnya mie dicampuri dengan daging babi ataupun minyak babi dan lainnya. 

Oleh karena itu maka terimalah pemberian mereka dengan sewajarnya saja. Jangan kita jual agama kita demi pemberian hadiah yang mereka berikan, karena itu sangat-sangat dilarang oleh Allah SWT. dan disaat mereka non muslim memberikan makanan kepada kita (muslim), maka terlebih dahulu kita seorang muslim melihat dulu makanan tersebut apakah sudah jelas kehalalannya  ataupun ragu-ragu. Kalau kehalalannya sudah jelas dilabel MUI maka kita dihalalkan untuk memakannya. Namun jika makanan yang mereka buat sendiri ataupun mereka masak sendiri, maka janganlah kita makan, karena siapa tahu isinya adalah berasal dari minyak babi ataupun daging babi. Maka berhati-hatilah!
Ingat Firman Allah SWT:
Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6)

Demikian, semoga bermanfaat!

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam