Pengertian Sujud Syukur Dan Sujud Tilawah Lengkap Doa Dan Tata Caranya

Artikel terkait : Pengertian Sujud Syukur Dan Sujud Tilawah Lengkap Doa Dan Tata Caranya


A. Pengertian Sujud Syukur


Menurut bahasa syukur berarti berterimakasih. Sedangkan menurut istilah syara’ sujud syukur adalah  sujud untuk ber terimakasih kepada Allah SWT. Sujud ini dilakukan saat seseorang memperoleh kenikmatan dari Allah SWT, atau selamat dari suatu musibah. Hukum sujud syukur ini adalah sunnah. Hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW :

Artinya: “Dari Abi Bakrah ia berkata: bahwasannya Nabi Muhammad SAW apabila mendapatkan sesuatu yang disenangi atau diberi kabar gembira, segeralah tunduk dan sujud sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majjah dan At-Tirmidzi).

Dari hadis tersebut jelas bahwa Rasulullah SAW menyuruh kita  untuk bersujud syukur apabila kita mendapatkan berita gembira atau sesuatu yang kita senangi itu tercapai. Sebagai bentuk rasa terimakasih kita kepada Allah SWT, karena Allah lah yang telah memberikan apa yang kita harapkan.



Ada beberapa sebab seseorang untuk melakukan sujud syukur yaitu:

1) Disaat seseorang mendapatkan nikmat dari Allah SWT

2) Disaat seseorang selamat dari mara bahaya

3) Disaat seseorang mendapatkan berita gembira

4) Disaat seseorang memperoleh apa yang ia harapkan


Syarat Sujud Syukur

1) Suci dari hadas dan najis

2) Menutup aurat


Rukun Sujud Syukur

1) Niat

2) Takbiratul ihram

3) Sujud satu kali

4) Salam
 

Tata Cara Melakukan Sujud Syukur

Cara melakukan sujud syukur ialah dimulai dengan takbir kemudian melakukan sujud satu kali, lalu membaca doa sujud syukur kemudian memberi salam. 
Doa sujud syukur yaitu sebagai berikut:



Artinya: Wahai Tuhanku, ilhamkanlah aku supaya selalu mensyukuri akan nikmat-Mu yang telah Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridhai. Dengan Rahmat-Mu masukkanlah aku ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang soleh.”(QS. An-Namlu:19)
 

B. Sujud Tilawah

 Tilawah menurut bahasa berarti bacaan. Sedangkan menurut istilah syara’ sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan pada saat membaca atau mendengarkan ayat-ayat sajadah yang terdapat didalam Al-Qur'an. Diantaranya yaitu terdapat didalam Al-Qur’an surah:

1) Al-A'raf  ayat : 206

2) Ar-Ra'du ayat : 15

3) An-Nahlu ayat  : 49

4) Al- Isra' ayat : 109

5) Maryam ayat : 58

6) Al-Hajj ayat : 18 dan ayat 77

7) Al-Furqan ayat : 60


Nah apabila kita membaca atau mendengarkan ayat tersebut baik didalam shalat maupun diluar shalat maka disunnahkan untuk melakukan Sujud tilawah. Hukum melakukan sujud tilawah adalah sunnah. Sebagaimana yang telah diseebutkan didalam hadis Rasulullah SAW:

Artinya: “Rasulullah membacakan Al-Qur’an untuk kami, jika melalui ayat sajdah beliau bertakbir lalu sujud dan kami pun ikut semua.” (H.R Abu Dawud, Baihaqi, dan Hakim).


 Syarat-Syarat Sujud Tilawah

1) Suci dari hadats dan najis

2) Menutup aurat

3) Melakukan sujud setelah mendengar atau membaca ayat sajadah


Rukun Sujud Tilawah

1) Niat

2) Takbiratul lhram

3) Sujud satu kali


Cara Melakukan Sujud Tilawah

Cara melakukan Sujud Tilawah di dalam shalat adalah Apabila kita mendengar atau membaca ayat sajadah didalam shalat, maka kita hendaklah untuk melakukan sujud tilawah sekali, kemudian kembali berdiri melanjutkan bacaan ayat tersebut dan meneruskan shalat. Namun apabila dalam shalat ber jama'ah makmum wajib mengikuti imam. Maksudnya  jika imam membaca ayat sajadah lalu bersujud, maka makmum wajib untuk ikut sujud juga. Namun jika imam tidak melakukan sujud, maka makmum  tidak boleh sujud sendirian.

Cara melakukan sujud tilawah diluar shalat adalah apabila kita membaca atau mendengar ayat sajadah tersebut maka kita disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah sekali dengan membaca doa sebagai berikut:

Artinya: Artinya: “Aku sujud kepada Engkau (Allah), yang telah menciptakan dan membentuk diriku serta telah membukakan pendengaran dan penglihatanku dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya. Dengan keberkahan yang Allah berikan, Dialah sebaik-baik Pencipta.” 

Demikian, semoga bermanfaat!








Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam