Niat Dan Keutamaan Puasa Dibulan Sya’ban

Artikel terkait : Niat Dan Keutamaan Puasa Dibulan Sya’ban


Bulan Sy’aban merupakan bulan kedelapan tahun hijriah setelah bulan Rajab.  Bulan sya’ban adalah bulan yang penuh dengan keberkatan dan ampunan.  Bulan sya’ban inilah merupakan bulan yang sangat baik untuk kita memohon ampunan kepada Allah SWT, serta memperbaiki diri dari segala kejahatan dan maksiat dan membersihkan jiwa menuju bulan suci ramadhan .  Nah, betapa agungnya bulan sya’ban sehingga Rasulullah SAW menyuruh kepada kita ummatnya untuk berpuasa sunnah  di bulan sya’ban. hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:

Yang Artinya:  Dari ibnu huzaimah bin Zaid dia berkata, saya bertanya: “Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau (sering) berpuasa dalam satu bulan seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban?" Beliau bersabda:  “Itu adalah bulan yang kebanyakan orang melalaikannya yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Yaitu bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada Allah, Tuhan seluruh alam. Maka aku ingin (ketika) amalanku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa." (HR. An-Nasa’i dan Abu Daud).

Dari hadis tersebut jelas bahwa betapa kedekatan Rasulullah SAW akan pengawasan Allah SWT. betapa keinginan beliau untuk selalu memberikan yang terbaik sebagai seorang hamba kepada sang khalik (pencipta). Rasulullah SAW  ingin selalu amalan-amalannya dihadapkan keharibaan Allah SWT dalam kondisi terbaik, terhindar dari maksiat dan dosa. Dan hal ini dapat diperoleh dengan cara berpuasa.
Berikut niat puasa sunnah sya’ban:


Maka dari itu perbanyaklah kita berpuasa sunnah dibulan sya’ban, karena banyak sekali keutamaan-keutamaan yang diperoleh bagi orang-orang yang mau melaksanakan puasa sunnah sya’ban. berikut keutamaannya;


Keutamaan Puasa di Bulan Sya’ban

1) Bulan Sya’ban merupakan bulan di mana amalan-amalan kita di angkat untuk dihadapkan kepada Allah SWT. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW:

Artinya:  Dari ibnu huzaimah bin Zaid dia berkata, saya bertanya: “Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau (sering) berpuasa dalam satu bulan seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban?" Beliau bersabda:  “Itu adalah bulan yang kebanyakan orang melalaikannya yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Yaitu bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada Allah, Tuhan seluruh alam. Maka aku ingin (ketika) amalanku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa." (HR. An-Nasa’i dan Abu Daud).


2) Bulan turunya Allah SWT ke bumi. Sebagaiman hadis Rasulullah SAW:

Rasulullah SAW bersabda: ”Jika terjadi Malam Nisfu Sya’ban maka shalatlah kamu sekalian pada malam harinya dan puasalah kamu sekalian pada siang harinya,karena seseungguhnya Allah  yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun pada malam tersebut mulai terbenam matahari dan berfirman: ”Apakah tidak ada hamba-KU yang meminta apunan sehingga AKU (Allah) ampuni, apakah tidak ada hamba-Ku yang meminta rizqi sehingga AKU memberinya rizqi.apakah tidak ada hamba-KU yang terkena Bala, sehingga aku dapat menyelamatkanya ,apakah tidak demikian ,apakah tidak demikian, hingga terbit fajar”.


3) Imam Ghazali mengisahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat(pertolongan). dan menurut Imam Ghazali pada malam ke-13 Bulan Sya’ban Allah SWT memberikan sepertiga syafaatnya kepada hamba-NYA, sedangkan pada malam ke-14 seluruh syafaat itu diberikan secara penuh,dengan demikian pada malam ke-15 ummat islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama setahun, karena pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan di naikkan ke hadapan Allah SWT.

Jadi, pada bulan sya’ban didalamnya terdapat satu malam yang sangat istimewa , malam yang penuh berkah dan ampunan yaitu malam nisfu sya’ban (malam ke-15 sya’ban). Pada malam inilah diangkatnya buku amalan kita menuju keharibaan Allah SWT. Maka hidupkanlah malam nisfu sya’ban tersebut.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang menghidupkan malam dua hari raya dan malam pertengahan bulan Sya’ban, maka hatinya tidak mati biarpun semua hati mati ketika itu.”


4) Rasulullah SAW : "Pada malam Nisfu Syaaban, telah datang Jibril kepada Rasulullah SAW lalu berkata: “Angkat kepalamu kelangit, itulah malam yang dibukakan Allah padanya tiga ratus pintu rahmat dan diampunkan Allah sekalian orang yang tiada menyekutukan (syirik) dengan-Nya sesuatu, kecuali tukang nujum, kekal di dalam zina, kekal minum arak, durhaka terhadap ibu bapak.” (Al-Hadis).



Demikian, semoga bermanfaat!

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam