Pengertian, Syarat, Rukun Dan Macam-Macam Talak

Artikel terkait : Pengertian, Syarat, Rukun Dan Macam-Macam Talak


Dalam menjalani kehidupan rumah tangga sebagai suami istri, tentunya banyak kendala-kendala yang mereka hadapi baik itu disebabkan oleh faktor ekonomi, orang tua maupun lingkungan. Memang semua jenis kendala, baik yang rumit hingga sangat rumit yang ada didalam keluarga harus selalu dicoba untuk sama-sama kita selesaikan dengan baik-baik, agar kita dapat memeprtahankan hubungan pernikahan kita dengan baik dan tidak terlibat kedalam cerai (talak).

Talak artinya terlepas atau putusnya ikatan pernikahan antara seorang suami dengan seorang isteri, baik melalui sebuah ucapan seorang suami yang memiliki arti talak, ataupun melalui keputusan hukum di pengadilan atas gugatan yang diminta oleh istri.




Hukum Talak

Talak (cerai) hukumnya diperbolehkan, dan termasuk perbuatan yang halal namun perbuatan tersebut termasuk perbuatan yang paling dibenci oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:

Artinya: “Perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah adalah talak (cerai)". ( HR. Abu Dawud ).

Dari hadis tersebut jelas dinyatakan bahwa talak adalah perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah SWT. Oleh karena itu peliharalah rumah tangga kita sebisa mungkin agar tidak terjerumus kedalam talak. Apabila ada permasalahan dalam rumah tangga maka bicaralah dengan baik-baik, selesaikanlah secara kekeluargaan, padamkan emosi, bicaralah dari hati ke hati supaya rumah tangga kita tetap utuh, itu yang lebih baik dilakukan dari pada bercerai. Namun bila sudah sangat terpaksa dan kebersamaan didalam hubungan semakin lama semakin terasa tidak tenang lagi, dapat menyiksa diri sendiri, dan masalah yang ada sekian lama menjadi tidak kunjung membaik, maka dengan sangat-sangat terpaksa boleh melakukan talak (perceraian), meskipun hal ini tidak disukai oleh Allah SWT.

Rukun Talak

1) Suami (selain suami tidak boleh menjatuhkan talak)
2) Istri yang diikat dengan pernikahan yang sah.

3) Shighat talaq (kata-kata ucapan dari suami kepada istri yang menunjukkan talak)

4)Disengaja

Syarat Talak (Berkaitan dengan orang yang akan mentalak)

1) Orang yang mentalak adalah benar-benar suami yang sah

2) Orang yang mengucapkan talak telah baligh.

3) Orang yang melakukan talak adalah berakal.

4) Memaksudkan untuk  mengucapkan talak atas kehendak sendiri, tanpa ada paksaan meskipun tidak ia niatkan.

Macam-Macam Talak

Talak terbagi kedalam beberapa macam yaitu:

Pertama: Dilihat dari cara pelafalan

Jika dilihat dari cara pelafalannya maka talak dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1) Talak sharih artinya talak yang dilakukan secara terang - terangan

2) Talak kinayah artinya talak yang dilakukan secara sindiran.

Kedua: Dilihat dari cara rujuk

Jika dilihat dari cara rujuknya maka talak dapat dibagi menjadi empat yaitu:

1) Talak raj'i

Talak Raj'i artinya talak yang masih diperbolehkan untuk rujuk kembali selama masih dalam masa iddah.

2) Talak ba'in

Talak ba'in artinya talak yang tidak diperbolehkan untuk melakukan rujuk lagi, kecuali sudah pernah melakukan pernikahan dengan orang lain.
3) Talak faskh

Talak Fasakh artinya talak yang diakibatkan karena adanya masalah antara  suami istri yang tidak dapat diselesaikan lagi secara damai dan istri mengadukannya kepada pengadilan.

4) Talak khulu'

Talak khulu' artinya talak yang dilakukan oleh suami karena kemauan istri dengan jalan istri memberi sebuah tebusankepada suami .

Apabila talak dilakukan oleh suami, maka ada beberapa jenis talak yaitu :

1) Talak sunni

yaitu perceraian yang dilakukan oleh suami yang mengucapkan talak kepada isterinya yang masih suci dan belum disetubuhinya .

 2) Talak bid’i

Yaitu suami mengucapkan talak kepada isterinya ketika sang istri dalam keadaan haid atau berada dalam kondisi suci tetapi sang istri sudah disetubuhi .

3) Talak raj’i

 yaitu perceraian ketika suami mengucapkan talak 1 atau talak 2 kepada isterinya. Suami boleh rujuk kembali ke isterinya ketika masih dalam iddah. Jika waktu iddah telah habis, maka suami tidak boleh lagi  melakukan rujuk dengan istrinya kecuali dengan melakukan akad nikah baru.

4) Talak bain

Yaitu  perceraian pada saat suami mengucapkan talak tiga (atau ketiga) kepada isterinya. Isterinya tidak boleh diajak untuk rujuk kembali, kecuali setelah isterinya menikah dengan laki-laki lain, suami barunya menyetubuhinya, kemudian setelah diceraikan suami barunya dan telah habis iddah dengan suami barunya, barulah mantan suami yang pertama boleh menikahinya lagi.

5) Talak taklik

 yaitu suami yang menceraikan isterinya dengan sesuatu sebab atau syarat. Apabila syarat atau sebab itu dilakukan atau berlaku, maka terjadilah penceraian atau talak.

Dari penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa  talak satu dan talak dua adalah talak yang memungkinkan si suami untuk kembali rujuk (termasuk mengajak berhubungan intim) dengan istrinya selama masa iddah (talak 1 dan 2 termasuk kedalam talak raj’i). Namun jika seorang suami menyatakan talak tiga kepada istrinya, maka dia tidak boleh rujuk lagi kecuali si istri tersebut menikah dengan laki-laki lain, kemudian bercerai setelah itu barulah mantan suaminya yang pertama boleh menikahinya kembali (talak 32 termasuk talak ba’in).

Contoh  talak 1, 2 dan 3

misalkan suami A dan istri B menikah. Lalu A mentalak si B. Ini disebut talak 1. Setelah 3 bulan, kemudian mereka rujuk kembali. Lalu karena satu dan lain hal, si A kembali mentalak si B. Nah, ini disebut dengan talak 2. Meskipun telah melakukan talak 2, A masih boleh rujuk kembali dengan si B. Namun jika A kembali mentalak si B, ini otomatis menjadikan talak 3 telah jatuh, maka A tidak boleh rujuk lagi dengan si B, kecuali si B menikah dahulu dengan laki-laki lain lalu berhubungan intim, kemudian suami barunya  mentalaknya (minimal talak 1), serta sudah habis masa iddahnya, baru kemudian mantan suami pertamanya boleh menikah lagi dengan mantan istrinya.



Demikian, semoga bermanfaat!

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam