Nampak Aurat Dengan Tidak Sengaja Dalam Shalat, Apakah Sah?

Artikel terkait : Nampak Aurat Dengan Tidak Sengaja Dalam Shalat, Apakah Sah?


Menutup aurat merupakan salah satu syarat sahnya shalat. Sebelum melakukan shalat maka kita terlebih dahulu harus memperhatikan batasan-batasan aurat,  aurat laki-laki yaitu antara pusar dan lutut sedangkan aurat perempuan  seluruh anggota tubuh kecuali muka (wajah) dan telapak tangan. Begitu pula saat kita melakukan shalat, maka kita harus bisa menutup aurat dengan benar dan sempurna supaya shalat kita sah. Lalu bagaimana jika kita sedang melakukan shalat,  dan disaat itu Nampak aurat kita dengan tidak disengaja, apakah sah shalat kita? 




Mengenai hal ini  Imam Syafi’i Radhiyallahu ‘Anhu berkata:

"Adalah baik bagi kedua-duanya (wanita dan lelaki )bershalat dengan menutup aurat mereka. Aurat laki-laki yaitu antara pusar dan lutut , dan semua pada wanita adalah aurat kecuali muka dan telapak tangan. Bahagian atas kaki juga dikira aurat. Jika semasa shalat mana saja bahagian dari laki-laki diantara pusar dan lutut menjadi terbuka, atau mana saja bahagian rambut wanita banyak ataupun sedikit yang nampak, atau mana saja bahagian badannya dari muka, tangan dan pergelanggan tangan, dan tidak lebih dari itu, menjadi terbuka, baik itu mereka ketahui ataupun tidak, maka kedua-duanya (lelaki dan wanita) harus mengulangi shalatnya.  kecuali ia terbuka akibat tiupan angin, atau tergelincir dan dengan segera ditutup kembali tanpa menangguh" 


Selain dari pendapat diatas Sheikh Khalid Al-Jundi, seorang ulama ‘Al-Azhar memberikan jawaban atas permasalahan ini. Beliau berkata:

"Bagi wanita, kesemuanya adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan, maka jika apabila terzahir rambutnya ketika shalat, dan ketika itu beliau mengetahuinya, maka Batallah shalatnya, dan harus diulanginya. Jika ia tidak mengetahui (rambut telah nampak), dan ini bermakna “kelupaan”, maka shalat tersebut adalah sah. Adalah lebih awal lagi kita pastikan, kerana adalah satu pemberian untuk menutup aurat dihadapan Tuhan Sekalian Alam".


Dari kedua pendapat tersebut maka dapat diambil kesimpulannya yaitu:

Pertama: jika didalam shalat seseorang Nampak auratnya dengan tidak diketahuinya maka shalatnya sah. Namun jika diseketika itu ia sadar bahwa dirinya sudah Nampak aurat atau (diberitahukan oleh orang lain) maka shalatnya tidak sah, dan wajib mengulanginya kembali.

Kedua: apabila seseorang sedang melakukan shalat, tiba-tiba ada tiupan angin sehingga terbuka auratnya maka shalatnya sah, dengan syarat harus segera ditutup kembali aurat tersebut.

Oleh karena itu, sebelum kita melaksanakan shalat,  maka kita harus benar-benar memperhatikan aurat terlebih dahulu, baik itu pakaian, mukena ataupun kain sarung  yang kita pakai untuk shalat. Sehingga tidak akan ada aurat yang terbuka. Demi menjaga shalat kita agar tetap sah dan sempurna di mata Allah SWT.  Amiin Ya Rabbal ‘Alamin...



Demikian, semoga bermanfaat!







Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam