Inilah Wanita-Wanita Yang Haram Dinikahi Karena Mahram

Artikel terkait : Inilah Wanita-Wanita Yang Haram Dinikahi Karena Mahram


Pernikahan merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, karena dengan menikah dapat terbinanya rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.  Dengan menikah akan menumbuh rasa cinta dan kasih sayang antara suami dan istri.  Dengan menikah pula kita akan memperoleh keturunan-keturunan yang shaleh yang nantinya akan mendo’akan kita disaat kita sudah tiada. 

Dalam hal menikah, islam telah menentukan mana wanita yang halal untuk dinikah dan yang mana yang haram untuk dinikah. Karena kalau kita menikah dengan wanita yang haram untuk dinikah, Bukannya mendapatkan pahala, tetapi  pernikahan dengan wanita-wanita yang diharamkan ini justru akan mendatangkan mala petaka. Tidak hanya terrlarang oleh agama, namun pernikahan ini akan berdampak terhadap keturunan yang akan dilahirkan nantinya. Maka dari itu, kita sebagai ummat muslim wajib mengetahui siapa saja wanita yang haram untuk dinikahi. Berikut uraiannya:


Ada tiga golongan wanita yang haram dinikahi karena hubungan mahramnya:

Pertama: haram menikah karena hubungan nasab

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ ayat 23:

Artinya: “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan…”(QS. An-Nisa’ : 23)

Dari ayat tersebut maka dapat dikelompokkan bahwa wanita senasab yang haram dinikahi yaitu:

1) Ibu, yaitu orang yang sudah melahirkannya (Termasuk juga nenek, baik dari pihak ayah maupun dari pihak ibu dan seterusnya ke atas).

2) Anak perempuan, yaitu wanita yang lahir karenanya (Termasuk cucu perempuan dari pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan dan seterusnya ke bawah.)

3) Saudara perempuan, yaitu seayah seibu atau seayah saja ataupun seibu saja.

4) ‘Ammah, yaitu saudara perempuan ayah (baik saudara kandung, saudara seayah saja atau saudara seibu saja).

5) Khalah, yaitu saudara perempuan ibu (baik saudara kandung, saudara seayah saja atau saudara seibu saja).

6)  Anak perempuan dari saudara laki-laki yaitu keponakan dan seterusnya ke bawah.

7)  Anak perempuan dari saudara perempuan yaitu keponakan dan seterusnya ke bawah.



Kedua: haram menikah karena hubungan persusuan

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ ayat 23:

Artinya: “ …. dan diharamkan atas kamu, ibumu yang menyusui kamu dan saudara-saudara perempuan sepersusuan. (QS. An-Nisa : 23).

Rasulullah SAW juga bersabda : “Diharamkan karena hubungan susuan sebagaimana yang diharamkan karena hubungan nasab”. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah)

Dari ayat dan hadis tersebut maka dapat dikelompokkan bahwa wanita sepersusuan yang haram dinikahi yaitu:

1) Ibu susu, yaitu ibu yang menyusuinya sehingga haram keduanya untuk menikah.

2) Nenek susu, yaitu ibu dari wanita yang pernah menyusuinya.

3) Anak susu, yaitu anak dari wanita yang pernah disusu oleh pria tersebut (termasuk cucu dari anak susu tersebut).
4) Bibi susu, yaitu  saudara perempuan dari wanita yang menyusuinya atau saudara perempuan suaminya wanita yang menyusuinya.

5) Keponakan susu, yaitu anak perempuan dari saudara sepesusuan.

6) Saudara sepesusuan.


Ketiga: haram menikah karena hubungan Mushabarah (perkawinan)

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ ayat 22:

Artinya: “Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh)”. (An-Nisa’ : 22)
Dan didalam surah An-nisa’ ayat 23 telah disebutkan pula bahwa:
“…Ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu). (QS. An-Nisaa’ : 23)
Dari ayat tersebut maka dapat dikelompokkan bahwa wanita  yang haram dinikahi karena hubungan mushaharah (perkawinan) yaitu:
1) Mertua perempuan dan seterusnya ke atas.
2) Anak tiri, dengan syarat kalau sudah terjadi hubungan intim dengan ibu dari anak tiri tersebut.
3) Menantu, yaitu istri anaknya atau istri cucunya dan seterusnya ke bawah.
4) Ibu tiri, yaitu bekas istri ayah (Untuk ini tidak disyaratkan harus telah ada hubungan intim antara ayah dan ibu tiri tersebut).


Demikian wanita-wanita yang haram untuk dinikahi oleh pria karena hubungan mahram, semoga bermanfaat!



Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam