Hukum Qadha Shalat Yang Belum Sempat Dikerjakan Karena Haid

Artikel terkait : Hukum Qadha Shalat Yang Belum Sempat Dikerjakan Karena Haid


Semua wanita pastinya mengalami Haid. haid adalah darah kotor yang keluar dari vagina seseorang dengan batas waktu sekurang-kurangnya sekucup mata (sehari-semlalam) dan sebanyak-banyaknya adalah 15 hari 15 malam. Haid merupakan salah satu dari hadas besar, apabila seseorang sedang berhadas besar seperti haid , maka ia tidak boleh mengerjakan shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, masuk mesjid,  dan lain sebagainya. Karena ia sedang dalam keadaan berhadas besar. Namun setelah ia suci dari haid maka ia tetap mengerjakan kewajibannya tersebut seperti biasanya.
Catatan bagi wanita haid adalah: Wanita haid wajib mengqada puasa yang ditinggalkannya, dan tidak wajib mnegqada shalat yang ditinggalkannya karena haid. hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:

Dari Mu’adzah, ia pernah bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu ‘anhu: “kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak wajib mengqada shalat ?” maka Aisyah menjawab: “apakah kamu dari golongan Haririyah? “ aku menjawab: aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya. Aisyah menjawab: “kami dahulu mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqada puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqada shalat.” ( HR. Muslim).

Dari hadis tersebut jelas bahwa wanita haid tidak wajib mengqadha shalat. Nah yang jadi pertanyaanya adalah:



1) Bagaimana jika sudah memasuki waktu shalat dzuhur, kita belum melaksanakannya, namun waktu haidh datang. Apakah kita harus mengqadha shalat zuhur ketika kita sudah suci dari haidnya?

Jawabannya adalah: apabila waktu shalat sudah masuk, kemudian kita haid sebelum sempat mengerjakan shalat itu, maka kita wajib mengqadha shalat itu. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh syaikh Abu Malik yang menjelaskan bahwa jika seorang wanita mendapati haid mendekati waktu ashar, namun ia belum melaksanakan shalat dzuhur. Maka ketika ia suci, ia wajib mengqadha shalat tersebut karena ia sudah mendapati waktunya. Kalau sudah mendapati waktunya maka kewajibannya untuk mengqadha.

2) Catatan yang kedua adalah: apabila seorang wanita suci dari haid sebelum maghrib, maka diharuskan mengerjakan shalat dzuhur dan ashar pada hari itu, apabila dia suci sebelum terbit fajar, maka dia wajib mengerjakan shalat maghrib dan insya pada malam itu.

3) Nah bagaimana cara mengqadhanya?

Qadha shalat dilakukan oleh seseorang setelah ia suci dari haidnya, meskipun saat itu terjadi pada waktu terlarang untuk melakukan shalat. Karena shalat qadha, boleh dilakukan di waktu terlarang. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang kelupaan shalat atau tertidur sehingga terlewat waktu shalat, maka penebusnya adalah dia segera shalat ketika ia ingat.” (HR. Bukhari dan Muslim).



Demikian, semoga bermanfaat!


Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam