Cara Mengerjakan Shalat Bagi Orang Yang Sakit (Memakai Pempers)

Artikel terkait : Cara Mengerjakan Shalat Bagi Orang Yang Sakit (Memakai Pempers)

Shalat merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim laki-laki dan perempuan. Shalat hukumnya wajib. Jadi apabila seseorang meninggalakan shalat maka berdosa hukumnya. Tidak ada alasan bagi seorang  muslim untuk meninggalkan Shalat, walaupun ia sedang sakit, bahkan ketika ia sedang sakit parah pun shalat tetap wajib dikerjakan. Intinya selama kita masih bisa bernafas maka shalat wajib dikerjakan. Namun Allah tidak pernah membebankan manusia, Allah selalu memberi keringanan kepada kita apalagi disaat kita sedang sakit parah.  Sebagaimana Allah sebutkan didalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 286:
Yang Artinya:“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah:286)
Berdasarkan ayat tersebut jelas bahwa  islam selalu memberikan kemudahan dan tidak pernah menyulitkan, selalu membawa ketenangan dan kenyamanan bagi pemeluknya. Nah yang jadi pertanyaannya adalah;

1) Apakah orang yang sedang sakit parah wajib melakukan shalat dan bagaimana cara melakukan shalat orang yang sedang sakit parah?
Jawabannya adalah:
Shalat tetap wajib dikerjakan walaupun sedang sakit parah. Disini Allah memberi kemudahan kepada kita yang sedang sakit. kalau kita tidak mampu shalat sambil berdiri maka diperbolehkan sambil duduk, kalau itu tidak mampu, maka sambil berbaring. Kalau itupun tidak mampu maka dengan terlentang. Kalau itupun juga tidak mampu maka diperbolehkan dengan isyarah, kedipan mata atau dengan hati. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW
“Shalatlah kamu dalam keadaan berdiri, jika tidak mampu  maka dengan duduk. Jika kamu tidak sanggup juga, maka shalatlah dalam keadaan berbaring,” (HR. Al-Bukhari).
2) Bagaimana kalau orang yang mengalami sakit berat, apalagi sudah menggunakan pempers karena tidak sanggup lagi buang air besar dan kecil ke toilet, sehingga ditempat tidurnya pun banyak bekasan najis yang tertinggal. Bagaimanakah shalat dalam keadaan tersebut?
Jawabannya adalah:
Orang yang dalam keadaannya seperti itu, maka kewajiban kita anggota keluarga untuk membantu dia dalam melakukan shalat, caranya adalah:
a) Sediakan ranjang khusus yang suci untuk shalat di dekat tempat ia tidur, sehingga saat tiba waktu shalat dia dapat kita pindahkan ke tempat tersebut.
b) Sediakan pakaian khusus untuk ia shalat.
c) Karena ia sedang sakit parah, maka diperbolehkan untuk menjamak dua shalat dalam satu waktu, Yaitu:  shalat dzhuhur dengan  ashar, maghrib dengan insya'. Sedangkan untuk shalat subuh tidak bisa dijamak. Karena dengan menjamak shalat, maka kita tidak butuh menggantikan pempers dia setiap saat. Hanya 3 kali saja dalam sehari ketika hendak shalat.
d) Jika orang sakit tersebut harus menggunakan pempers selalu , di mana tidak bisa dilepas waktu shalat karena dikhawatirkan akan membahayakan orang  sakit tersebut, maka diperbolehkan orang tersebut shalat dalam keadaan pempers  tetap terpasang. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an surah At-Taghabun ayat 16:
Artinya: “Bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian.” (QS. At-Taghabun: 16).
e) Jika pempers memungkinkan untuk dilepas, maka gantilah pempersnya  disaat mendekati waktu ashar dan  waktu  insya. Sehingga orang sakit tersebut  bisa shalat zuhur diakhir waktu dan dilanjutkan dengan shalat insya diawal waktu. Dan dilepas pempersnya ketika mendekati waktu insya, sehingga orang sakit tersebut bisa shalat magrib diakhir waktu dan melanjutksan shalat insya diawal waktu. Hal ini sesuai dengan hadis rasulullah SAW:
“Jika kamu sanggup, lakukan hal berikut: akhirkan shalat dzuhur dan segerakan shalat ashar di awal waktu. Kamu mandi kemudian shalat dzuhur dan ashar dijamak. Kemudian kamu akhirkan shalat maghrib dan segerakan shalat isya di awal waktu, kemudian kamu jamak dua shalat iu dan seterusnyat.” (HR. At-Turmidzi ).
Nah, Betapa mudah Allah memberikan keringanan kepada kita untuk tetap mengerjakan shalat, agar setiap harinya kita selalu berhubungan langsung dengan Allah tanpa terkecuali. Mudah-mudahan Allah selalu memberi taufiq dan hidayah-Nya kepada kita agar kita senantiasa untuk mendirikan shalat. Amiin ya rabbal ‘Alamiin…..

Demikian, semoga bermanfaat!



Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam