Pengertian, Hukum dan Cara mengeluarkan Zakat Mal

Artikel terkait : Pengertian, Hukum dan Cara mengeluarkan Zakat Mal

Pengertian Zakat Mal
 
Zakat merupakan salah satu rukun islam yang ke empat, baru dikatakan islam apabila kita memenuhi ke lima rukun islam tersebut termasuk zakat. Arti Zakat secara umum ialah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh orang-orang islam dalam setahun sekali untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat, seperti fakir, miskin dan lain-lain dengan qadar yang telah ditetapkan dalam islam. Zakat terbagi dua yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah ialah zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim menjelang hari raya Idul Fitri atau pada akhir bulan Ramadhan. Sedangkan Zakat Mal (Harta) adalah zakat hasil perniagaan, yaitu Zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak, apabila mencapai nisab dengan haul 1 tahun. Kali ini kita bahas masalah zakat mal, Sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi 2 syarat, yaitu:
  1. Dapat dimiliki, dikuasai, dihimpun, dan disimpan
  2. Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya. Misalnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dll.


Hukum Zakat Mal

Hukum zakat Mal adalah wajib (fardhu) bagi setiap muslim yang apabila sudah mencapai nisab dalam tempo 1 tahun. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam al-qur’an Surat Al-baqarah ayat 43 :
Kemudian Firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 103:

Yang Artinya: “Ambillah zakat dari sebahagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka, dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.” (At-Taubah : 103).

Harta Yang Wajib Dibayarkan Zakat Mal :
  1. Binatang Ternak seperti: unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba.
  2. Emas Dan Perak
  3. Hasil pertanian seperti padi, gandum dll
  4. Harta Perniagaan dan
  5. Harta temuan.
Syarat-Syarat Harta Yang Wajib di Zakati

1) Milik Penuh yaitu : Harta dimiliki dan dapat diambil manfaatnya secara penuh oleh empunya.
2)  Cukup Nishab yaitu : Harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara’.
3)  Lebih Dari Kebutuhan Pokok Yaitu : kebutuhan minimal yang diperlukan oleh seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya seperti belanja sehari-hari, pakaian, rumah, pendidikan, dll.
4)  Bebas Dari hutang
Orang yang mempunyai hutang sebesar atau mengurangi senishab yang harus dibayar pada waktu yang sama dengan waktu mengeluarkan zakat, maka harta tersebut terbebas dari zakat.
5)  Berlalu haulnya satu tahun yaitu: Kepemilikan harta sudah mencapai satu tahun. Persyaratan ini hanya berlaku bagi peternakan, harta simpanan dan perniagaan. Sedangkan Hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul, tetapi wajib dikeluarkan zakat pada saat panen atau didapati.

Cara Mengeluarkan/Menghitung Zakat Mal

1) menghitung Zakat Profesi / Pekerjaan
Zakat Profesi = 2,5% x (Penghasilan Total - Pembayaran Hutang atau Cicilan)

2) Menghitung Zakat Maal / Harta Kekayaan
Zakat Maal = 2,5% x Jumlah harta yang tersimpan selama 1 Tahun (tabungan dan investasi)

Orang-Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Ada delapan orang-orang yang berhak menerima zakat, seperti yang dinyatakan dalam Surah at-Taubah ayat 60, yaitu:

1) Fakir yaitu : orang yang hampir tidak memiliki apa-apa dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
2) Miskin yaitu : orang yang memiliki harta, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
3)  Amil yaitu : orang yang mengumpulkan zakat (pengurus zakat).
4) Mu’allaf yaitu : orang yang baru masuk islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru mereka.
5) Hamba sahaya yaitu : budak yang ingin memerdekakan dirinya
6) Gharimin yaitu: orang yang berhutang uang untuk kebutuhan halal dan tidak mampu membayarnya
7) Fisabilillah yaitu : orang yang berjuang di jalan Allah misalnya jihad dan berperang membela agama islam.
8) Ibnus sabil yaitu : orang  yang kehabisan biaya di perjalanan (musafir).

Demikian semoga bermanfaat!









Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam