Macam-Macam Puasa Sunnah Dan keutamaannya

Artikel terkait : Macam-Macam Puasa Sunnah Dan keutamaannya


Puasa berasal dari kata “Assiyam” yang artinya “menahan diri. Menurut istilah syara’ puasa ialah menahan diri dari segala hal-hal yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. sedangkan pengertian sunnah yaitu berpahal mengerjakannya dan tiada berdosa meninggalkannya. Jadi puasa sunnah ialah puasa yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan maka  tidak berdosa. Karena hukumnya sunnah, tetapi terlebih afdal jika seseorang melakukan puasa sunnah karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang dapat dijadikan sebagai ibadah tambahan untuk dirinya. Rasulullah SAW sangat menginginkan umatnya untuk melakukan hal-hal sunnah termasuk puasa sunnah karena Allah menjanjikan pahala yang  sangat besar bagi orang-orang yang mau berpuasa sunnah. Berikut kami jelaskan macam-macam puasa sunnah serta pahala yang didapatkankannya:



Macam-Macam Puasa Sunnah Dan Keutamaannya


1) Puasa senin dan kamis

Puasa senin kamis yaitu puasa pada setiap hari senin dan setiap hari kamis. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)


2) Puasa 3 hari setiap bulan hijriyah

Disunnahkan untuk berpuasa tiga hari setiap bulannya, pada hari apa saja. Namun  hari yang utama untuk berpuasa adalah  hari ke 13, 14, 15 dari bulan Hijriyah yang dikenal dengan ayyamul biid (hari putih). Disebut Ayyamul bid karena pada malam ke 13,14,15 malam itu bersinar putih dikarenakan bulan purnama yang muncul pada saat itu.

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh abu Dzar, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi).

Hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata:

“Kekasihku (yaitu Rasulullah SAW) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan shalat Dhuha, (3) mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”(HR. Bukhari).


3) Puasa Daud

Puasa Daud yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari dan Muslim). 


4) Puasa di bulan Sya’ban

Yaitu disunnahkan berpuasa dibulan sya’ban satu bulan penuh jika mampu, tetapi jika tidak mampu maka boleh berpuasa sebahagiannya saja, karena ditakutkan tidak mampu lagi untuk berpuasa wajib dibulan ramadhan. 

Dari Aisyah RA ia berkata “Rasulullah SAW tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Rasulullah SAW biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis lain yang diriwayatkan oleh Aisyah RA Ia berkata : "Rasulullah SAW biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya. Namun beliau berpuasa hanya sedikit hari saja.” (HR. Muslim)

Dari hadis diatas Para ulama menyimpulkan bahwa Rasulullah SAW tidak menyempurnakan berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan agar tidak disangka puasa selain Ramadhan adalah wajib.


5) puasa 6 hari dibulan syawal

Yaitu berpuasa 6 hari berturut-turut di bulan syawal, dimulai dari tanggal 2 syawal (hari raya ke dua) sampai seterusnya.

“Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)


6) Puasa 10 hari awal Dzulhijjah (termasuk puasa tarwiyah dan arafah)

Yaitu berpuasa 10 hari pertama bulan dzulhijjah. Termasuk didalamnya puasa tarwiyah dan arafah. Pada hari ke-8 zulhijjah disunnahkan berpuasa tarwiyah dan pada hari ke-9 dzulhijjah disunnahkan puasa arafah.  Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi SAW menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (Muttafaqun‘alaih).



7) Puasa dibulan Muharram (1 muharram)

Rasulullah SAW bersabda :

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim) 


8) Puasa Tasu’a

Puasa Tasu’a adalah puasa pada hari ke-9 bulan muharram, nabi SAW menyuruh ummatnya untuk berpuasa pada hari tasu’a karena untuk membedakan umat muslim dengan yahudi. Karena hari tasu’a adalah hari yang diagungkan oleh orang yahudi. Hal ini berdasarkan hadis Nabi SAW saat ditanya oleh sahabat beliau:



“Wahai Rasulullah, hari ini (hari ‘asyura) adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.” Lantas beliau mengatakan,“Apabila tiba tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan (tasu’a).” Ibnu Abbas mengatakan, “Belum sampai tahun depan, Rasulullah SAW sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim)



9) Puasa ‘Asyura

Puasa ‘Asyura adalah puasa pada hari ke-10 dari bulan Muharram. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari ‘Asyura, dan mengiringinya dengan puasa 1 hari sebelum atau sesudahnya. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10.

Rasulullah SAW bersabda:


 “Puasa ‘Asyura akan menghapus dosa (dosa kecil) setahun yang lalu (HR. Muslim).

Demikian, Semoga bermanfaat!

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam