Hukum Qadha Sholat Menurut Pendapat Yang Kuat

Artikel terkait : Hukum Qadha Sholat Menurut Pendapat Yang Kuat


Sholat ialah suatu kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, baik sakit maupun sehat. Karena sholat merupakan perintah Allah Yang wajib dilaksanakan dan merupakan amalan yang paling utama diantara amalan-amalan lain. sholat merupakan fondasi dasar ataupun tiang agama. ibarat seseorang membangun sebuah fondasi maka tidak bisa dibangun tanpa tiang dasar. Karena hukum sholat adalah wajib.

 Hal ini berdasarkan firman Alah dalam al-Qur’an surah Al-baqarah ayat 43 :

“Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’(QS. Al-Baqarah:43)


Qadha  artinya “menggantikan”, tidak ada istilah qadha dalam sholat, karena sholat tetap dikerjakan walaupun dalam keadaan sakit, jika tidak mampu berdiri, maka boleh duduk, jika tidak mampu duduk maka boleh berbaring, jika tidak mampu berbaring maka boleh dengan isyarah. karena Allah memberi keringanan kepada hamba-hambanya asalkan hambanya mau melakukannya.



Namun istilah qadha hanya diberlakukan bagi orang yang lupa mengerjakan sholat dengan tidak sengaja. Apabila seseorang tersebut lupa, maka dia wajib mengqadakan sholat ketika ia ingat. Dan bagi orang yang tertidur pulas yang tidak sengaja melewati waktu sholat maka orang tersebut wajib mengqadakan sholat ketika ia terbangun. Selain Dua hal tersebut tidak ada istilah qada.
Hal ini berdasrkan hadis Rasulullah SAW :

“Barangsiapa yang meninggalkan shalat karena tertidur atau lupa, maka hendaknya ia melakukan salat setelah ingat dan tidak ada kafarat (pengganti) selain itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila seseorang tidak sholat karena lupa atau tertidur, maka hendaknya dia mengqodho ketika ia ingat.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, mayoritas ulama berpendapat bahwa wajib hukumnya apabila seseorang lupa atau tertidur untuk mengqadha shalat, karena meninggalkan shalat itu dosa dan menggantinya (mengqadanya) itu wajib.



Waktu Untuk Mengqadha Sholat Yang Ditinggalkan


Adapun waktu untuk mengqadhakan  shalat yang  tinggal adalah sesegera mungkin saat seseorang ingat. misalnya seseorang lupa mengerjakan sholat zuhur kemudian ia ingat disaat masuk waktu ashar. Maka segeralah ia qadha diwaktu ashar dengan mendahulukan sholat qadhanya yaitu sholat zuhur  terlebih dahulu kemudian baru sholat ashar.


Bagaimana Hukumnya Kalau Orang Sakit Berat Tidak Bisa Mengerjakan Sholat Kemudian Meninggal?



Orang yang meninggalkan sholat karena sakit berat kemudian ia meninggal, maka menurut pendapat dalam mazhaf Hanafi, hukumnya wajib membayar fidyah oleh ahli waris untuk sholat yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal tersebut.

Hal ini berdasarkan hadis Nabi SAW :

“Seseorang tidak harus berpuasa atau shalat untuk orang lain, akan tetapi hendaknya ia memberi makan (fidyah).(HR.Bukhari dan Muslim)



Demikian semoga bermanfaat! Sholatlah kamu sebelum disholatkan orang lain.


Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam