8 Golongan Yang Berhak Menerima Zakat Berdasarkan Al-Qur'an

Artikel terkait : 8 Golongan Yang Berhak Menerima Zakat Berdasarkan Al-Qur'an


Zakat merupakan rukun islam yang ke empat. Zakat adalah sesuatu yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim apabila telah datang waktunya. Baik zakat fitrah maupun zakat mal (harta), zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh seseorang disaat datangnya hari raya fitrah atau pada akhir bulan ramadhan. Sedangkan zakat mal wajib dikeluarkan oleh seseorang apabila sudah sampai nisab dan sudah sampai haul  1 tahun.  Nah kepada siapa zakat itu kita keluarkan? Setiap zakat yang dikeluarkan tentunya harus disalurkan dengan tepat, supaya zakat yang kita keluarkan itu sah.  jangan sampai zakat tersebut diterima oleh orang-orang  yang tidak berhak untuk menerimanya. Berikut ada 8 (delapan) golongan orang-orang yang berhak menerima zakat berdasarkan ayat Al-qur’an: 



Golongan  Yang Berhak Menerima Zakat

Adapun 8 (delapan) golongan orang-orang yang berhak menerima  zakat yaitu seperti yang tersebut di dalam Al-qur’an Surah  At-Taubah ayat 60 :

Artinya : “ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah:60)

8 (Delapan) Golongan Tersebut Yaitu

1) Fakir yaitu : orang yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

2) Miskin yaitu :  orang yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidupnya.

3) ‘Amil yaitu : orang yang mengumpulkan zakat kemudian membagikan zakat tersebut kepada orang-orang yang berhak untuk menerimanya (pengurus zakat).

4) Muallaf yaitu : orang yang baru masuk islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya.

5) Hamba Sahaya yaitu : budak yang ingin memerdekakan dirinya. Untuk bisa membebaskan dirinya harus menebus dengan harta/uang kepada tuannya. oleh karena itu, budak tersebut perlu mendapatkan  bantuan. Maka ia berhak untuk menerima zakat..

6) Gharimin yaitu : orang yang berhutang  untuk kebutuhan halal dan tidak sanggup lagi untuk membayarinya seperti berhutang untuk kepentingan  agama, keluarga dan lain sebagainya. Sedangkan orang yang berhutang untuk tujuan jahat dan maksiat, maka orang tersebut tidak berhak untuk menerima zakat..

7) Fisabilillah yaitu : orang yang berjihad dan berjuang dijalan Allah, misalnya dakwah atau berperang melawan agama.

8) Ibnu sabil yaitu : orang yang kehabisan biaya atau bekal dalam perjalanan (musafir),  yang musafirnya dalam keadaan berpergian untuk hal kebaikan dan bukan untuk kepentingan maksiat. seperti : orang yang pergi untuk menuntut imu, atau untuk mencari keluarga yang hilang dan sebagainya. .



Demikian semoga bermanfaat!

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam