Panduan Lengkap Cara Bertayamum (Niat, Syarat, Dalil Dan Contohnya)

Artikel terkait : Panduan Lengkap Cara Bertayamum (Niat, Syarat, Dalil Dan Contohnya)


Sesungguhnya Allah tidak pernah memberatkan manusia, selalu ada kemudahan disaat kesulitan. Seperti halnya berwudu’. Syarat sahnya shalat adalah dengan berwuduh. Jika seseorang dalam keadaan sakit tidak bisa terkena air, ataupun saat kekeringan maka kita disuruh untuk bertayamum supaya sholat tetap dikerjakan walaupun dalam keadaan sakit/tidak ada air. 


Tayamum ialah bersuci dari hadats dengan mengusap muka (wajah) dan tangan menggunakan debu atau  tanah yang bersih lagi suci.


Syarat  Tayammum

  1. Tidak ada air dan sudah berusaha mencarinya, tetapi tidak ketemu juga.
  2. Berhalangan atau tidak bisa menggunakan air, seperti sedang sakit, apabila terkena air penyakitnya akan bertambah parah
  3. Telah masuk waktu Shalat
  4. Dengan tanah atau debu yang suci


Keadaan Yang Membolehkan Tayammum


- Jika tidak ada air baik dalam keadaan musafir ataupun tidak.
- Ada air tapi dalam jumlah yang sedikit, sementara ada kebutuhan lain yang juga memerlukan air tersebut, seperti dipakai untuk minum dan memasak.
- Adanya kekhawatiran kalau bersuci dengan air akan dapat membahayakan badan atau semakin lama sembuh dari sakitnya.

- Tidak mampu menggunakan air untuk berwudhu dikarenakan sakit dan tidak sanggup bergerak untuk mengambil wudhu dan tidak ada orang yang mampu membantunya  untuk berwudhu, bersamaan dg ditakutkan habisnya waktu sholat

- Ditakutkan kedinginan jika bersuci dengan air dan tidak adanya yang dapat menghangatkan air tersebut.

- Bagi orang  janabah yang tidak mempunyai air, boleh bertayamum.


Dalil  Al-Quran Diperbolehkan Untuk Bertayammum






Tata Cara Bertayamum

  1. Siapkan dua tumpukan tanah yang suci
  2. Membaca Bismillah pada saat meletakkan tangan diatas debu/tanah tumpukan pertama. 
  3. Kemudian menyapu muka dengan debu/tanah sambil niat melakukan Tayamum.

Ini Niatnya:




  1. Menepuk bekasan debu pada tangan tersebut,
  2. Kemudian kembali Meletakkan kedua telapak tangan ke debu/tanah yang lain (tumpukan ke2) , ingat jangan ambil tanah bekasan muka tadi.
  3. Kemudian menyapu tangan kanan dengan telapak tangan kiri mulai dari bawah telapak tangan hingga naik kesiku atas, sampai ujung jari jempol, kemudian dilanjutkan terus  ke tangan kiri menggunakan telapak tangan kanan hingga naik kesiku atas sampai kembali kepergelangan taangan dengan menggunakan debu yang sama.
     
  4. Semua usapan baik ketika mengusap wajah dan telapak tangan dilakukan sekali usapan saja.

    Semoga bermanfaat.

Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam