Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Yang Benar Disertai Sunnah-Sunnahnya

Artikel terkait : Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Yang Benar Disertai Sunnah-Sunnahnya


Sebelum kami urai tentag mandi junub, terlebih dahulu kita harus mengetahui penyebab-penyebab yang mewajibkan mandi junub diantaranya yaitu:.

1. Keluarnya mani dengan disertai syahwat.

2. Mimpi Basah

3. Bertemunya kemaluan suami dan istri walaupun tidak keluar mani (Bersetubuh).

4. Perempuan yang suci dari Haid, nifas atau wiladah.


Nah, Ketika seorang muslim junub, seperti yang telah disebutkan diatas, baik karena berhubungan, mimpi basah, haid, nifas atau wiladah . maka ia wajib mandi junub agar kembali suci. 

Mandi Wajib (junub) ialah mandi wajib dengan mengalirkan air atau membasuh seluruh tubuh mulai dari puncak kepala hingga ujung kaki dengan air. kalau tidak ada air dengan tayammum.


Rukun Mandi  Ada 2 yaitu:

Pertama: Niat melakukan Mandi Wajib

Kedua: Meratakan Air keseluruh tubuh.

Jika memenuhi ke 2 rukun tersebut maka sudah sah mandi kita.



Tata Cara Mandi Wajib Yang Disunatkan

1.  Membaca bismillah

2. Mencuci Tangan

3.  Mencuci kemaluan

4. Berwudhu

5. Niat Mandi wajib bersamaan dengan mengulurkan air ke seluruh tubuh


Ini niatnya:

6. meratakan air keseluruh tubuh

7. Membasuh rambut dan menyela pangkal kepala

8. Menggosok gigi

9. Memakai wangi-wangian (sabun, Shampo)

10. Menyiram dan membersihkan seluruh anggota tubuh


Hal  ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:

Dari Aisyah dia berkata, “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudhu dengan wudhu untuk shalat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata. Setelah selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki.” (HR. Muslim)





Artikel Akidah Islam Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 Akidah Islam